Ketua DPRD NTB Dorong Persiapan Anggaran dan Atlet Jelang PON, Target Masuk 10 Besar

  • 25 Jun 2026 12:38 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Pemerintah pusat diapresiasi karena tetap konsisten menetapkan NTB dan NTT sebagai tuan rumah PON, dengan beberapa venue yang tidak memungkinkan kemudian dialihkan ke DKI Jakarta
  • Target NTB di PON diharapkan bisa masuk 10 besar, bahkan 5 besar
  • Menjadi tuan rumah event nasional membutuhkan biaya besar dan tidak cukup hanya mengandalkan APBN; pemerintah daerah perlu menyiapkan dukungan fiskal
  • Porsi pembiayaan diharapkan lebih banyak dari pemerintah pusat karena PON merupakan agenda nasional, namun daerah tetap harus memberikan dukungan
  • Ketua DPRD NTB menilai menjadi tuan rumah memiliki konsekuensi besar, sehingga perencanaan dan penganggaran harus disiapkan sejak awal

RRI.CO.ID, Mataram – Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Baiq Isvie Rupaeda meminta pemerintah daerah mempersiapkan secara matang seluruh kebutuhan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang bersama Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baiq Isvie menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat yang tetap konsisten menetapkan NTB dan NTT sebagai tuan rumah. Menurutnya, kepercayaan tersebut harus diikuti dengan kesiapan dari berbagai aspek, mulai dari anggaran, sarana pendukung, hingga kesiapan atlet.

“Yang perlu dipersiapkan pertama adalah semuanya, termasuk anggaran yang dari awal harus kita siapkan. Atlet juga harus betul-betul dipersiapkan, karena bagaimanapun kita menjadi tuan rumah,” ujar Baiq Isvie.

Ia mengatakan, target NTB pada ajang tersebut harus menjadi motivasi untuk meningkatkan prestasi. Pihaknya berharap NTB mampu menembus 10 besar, bahkan mengejar posisi lima besar.

Namun, ia mengingatkan bahwa menjadi tuan rumah event olahraga nasional membutuhkan dukungan anggaran yang besar. Pembiayaan tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah.

“Menjadi tuan rumah sebuah event besar tidak mudah. Membutuhkan biaya besar dan tidak cukup hanya dengan anggaran pemerintah pusat, tentu akan melibatkan daerah,” katanya.

Meski demikian, Baiq Isvie optimistis NTB mampu menjalankan peran sebagai tuan rumah. Ia menyebut dukungan pemerintah pusat tetap menjadi faktor penting, sementara pemerintah daerah perlu menyiapkan ruang fiskal sesuai kemampuan.

Terkait porsi pembiayaan, Baiq Isvie menyebut dukungan terbesar tetap diharapkan berasal dari pemerintah pusat karena PON merupakan agenda nasional. Namun daerah tetap perlu mengambil peran dalam mendukung kelancaran pelaksanaan.

“Ini kan kegiatan nasional, tetapi mau tidak mau kita akan memberikan ruang untuk fiskal daerah,” ujarnya.

Ia juga memastikan kebutuhan anggaran untuk persiapan PON akan menjadi perhatian dalam pembahasan anggaran daerah ke depan.

Sementara terkait fasilitas olahraga atau venue, Baiq Isvie menyampaikan pemerintah pusat telah menetapkan kebijakan tidak membangun venue baru. Perbaikan fasilitas akan dilakukan melalui renovasi terhadap venue yang sudah tersedia.

“Tidak ada pembangunan venue baru, yang ada hanya renovasi,” jelasnya.

Ia berharap seluruh persiapan dapat dilakukan secara maksimal agar NTB tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga mampu menunjukkan prestasi terbaik pada ajang olahraga nasional tersebut.

Sebelumnya, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal secara resmi menerima Surat Keputusan (SK) Penetapan Tuan Rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 dari Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, dalam rapat koordinasi di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Selasa 23 Juni 2026.

Penyerahan SK tersebut menandai dimulainya persiapan penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 yang akan digelar bersama Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan dukungan Provinsi DKI Jakarta sebagai daerah penopang sesuai kesiapan infrastruktur dan cabang olahraga yang ditetapkan.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat, serta jajaran Kementerian Pemuda dan Olahraga dan para pemangku kepentingan terkait.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....