Persiapan PON 2028, Daerah Penyangga Tekankan Empat Indikator Sukses

  • 24 Apr 2026 08:23 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram– KONI Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama KONI DKI Jakarta melaksanakan rapat koordinasi (rakor) terkait persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Nusa Tenggara 2028. Dalam rakor tersebut, kedua pihak menegaskan komitmen bersama untuk menyukseskan penyelenggaraan pekan olahraga terbesar di tahan air itu.

Dalan sambutannya, Ketua KONI DKI Jakarta, Hidayat Humaid, menyampaikan bahwa posisi DKI Jakarta dalam gelaran ini hanya sebagai daerah penyangga. Karena itu, ia menegaskan bahwa penamaan resmi tetap mengedepankan tuan rumah utama, yakni PON XXII Nusa Tenggara 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

“DKI hanya penyangga saja, jadi di taglinenya itu nanti PON nya tetap PON Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur,” ujarnya, di Mataram, Kamis 23 April 2026.

Hidayat juga menekankan pentingnya empat indikator utama keberhasilan penyelenggaraan multi event olahraga, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan sukses pertanggungjawaban.

Menurutnya, keempat indikator tersebut harus berjalan beriringan. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak cukup hanya dilihat dari sisi teknis pelaksanaan dan prestasi atlet, tetapi juga dampak ekonomi serta akuntabilitas penggunaan anggaran.

Selain itu, ia mengingatkan agar tidak terjadi perubahan kebijakan atau perencanaan secara mendadak di tengah proses persiapan. Berdasarkan pengalaman di berbagai event besar, perubahan di tengah jalan berpotensi mengganggu jalannya persiapn.

“Kalau sudah berjalan, sebaiknya dilanjutkan. Perubahan di tengah proses biasanya membuat semuanya harus diatur ulang dan berisiko,” katanya.

Dari sisi kesiapan, Hidayat menilai Nusa Tenggara Barat memiliki keunggulan terutama dalam aspek akomodasi dan sarana prasarana. Berdasarkan paparan yang diterima, NTB dinilai mampu menyediakan sekitar 18 ribu kamar untuk menampung kebutuhan peserta PON.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya pengaturan penempatan akomodasi agar tidak terlalu jauh dari lokasi pertandingan. Hal ini mengacu pada ketentuan bahwa jarak tempuh dari penginapan ke venue tidak boleh melebihi satu jam perjalanan.

Rapat koordinasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesinambungan program dan kesiapan teknis menuju PON XXII Nusa Tenggara 2028, sekaligus memperkuat sinergi antara daerah tuan rumah dan wilayah penyangga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....