"Godzilla El Nino", Atlet Porprov NTB Diminta Perkuat Strategi Latihan dan Nutrisi

  • 17 Apr 2026 14:37 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram — Prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai musim kemarau tahun ini yang lebih panjang, kering, dan disertai suhu panas ekstrem mulai menjadi perhatian serius di berbagai sektor, termasuk dunia olahraga. Fenomena yang kerap disebut sebagai “Godzilla El Nino” ini diperkirakan akan berdampak langsung pada kesiapan atlet Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tengah menjalani pemusatan latihan daerah (pelatda) menjelang Porprov Juli 2026.

Akademisi sport science NTB, Assoc. Prof. Johan Irmansyah, menilai kondisi cuaca ekstrem harus menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan program latihan, khususnya bagi cabang olahraga yang dilakukan di luar ruangan.

“Latihan outdoor menjadi sektor paling rentan. Ketika suhu tinggi, energi yang dikeluarkan atlet jauh lebih besar. Jika tidak diantisipasi dengan program yang terstruktur, ini bisa menurunkan kondisi fisik,” ujarnya saat ditemui, Jumat 17 April 2026.

Menurut Johan, suhu lingkungan yang meningkat akan mempercepat kelelahan karena tubuh bekerja ekstra menjaga suhu internal tetap stabil. Dampaknya tidak hanya pada penurunan performa, tetapi juga meningkatkan risiko dehidrasi.

Ia menambahkan, latihan di dalam ruangan (indoor) juga tidak sepenuhnya bebas dari risiko. Faktor ventilasi dan sirkulasi udara menjadi kunci utama.

“Indoor pun bisa bermasalah. Kalau ventilasi buruk, panas akan terperangkap dan tetap mengganggu performa serta kenyamanan atlet,” jelasnya.

Dari perspektif sport science, Johan menekankan bahwa program latihan tidak boleh hanya berfokus pada aspek fisik. Ada empat komponen utama yang harus diperhatikan secara seimbang, yakni fisik, teknik, taktik, dan mental. Namun dalam kondisi cuaca ekstrem, aspek fisik perlu mendapat dukungan ekstra melalui pendekatan nutrisi.

“Nutrisi dan gizi tidak bisa dipisahkan dari latihan. Atlet harus mendapat asupan yang mampu menggantikan energi dan ion tubuh yang hilang,” katanya.

Ia menyarankan konsumsi makanan bernutrisi tinggi, seperti sumber protein, serat, dan vitamin, serta memastikan kecukupan cairan, khususnya minuman yang mampu menggantikan elektrolit dengan cepat.

Sebagai langkah antisipatif, Johan juga merekomendasikan penyesuaian jadwal latihan dengan menghindari waktu paparan panas ekstrem, memperbanyak waktu pemulihan (recovery), serta melakukan pemantauan kondisi fisik atlet secara berkala.

Dengan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan olahraga dan manajemen latihan yang tepat, para atlet NTB diharapkan tetap mampu menjaga performa optimal meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem menjelang Porprov 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....