Tim Indonesia Matangkan Persiapan All England 2026 di Milton Keynes

  • 27 Feb 2026 11:34 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, London - Tim bulutangkis Indonesia memulai rangkaian persiapan akhir menjelang turnamen bergengsi All England 2026 dengan menjalani aklimatisasi di National Badminton Centre, Milton Keynes, Inggris. Lokasi ini dipilih sebagai basis latihan karena dinilai strategis dan memiliki fasilitas lengkap untuk menunjang performa atlet.

Kejuaraan tertua di dunia tersebut akan berlangsung pada 3–8 Maret 2026 di Utilita Arena, Birmingham. Sebelum bertolak ke arena pertandingan, skuad Merah Putih memanfaatkan waktu untuk beradaptasi dengan cuaca, kondisi lapangan, serta ritme waktu setempat.

Manajer tim, Shendy Puspa Irawati, menjelaskan bahwa pemilihan National Badminton Centre bukan tanpa pertimbangan matang. Selain jaraknya yang relatif dekat dari Birmingham, fasilitas yang tersedia dinilai memadai untuk kebutuhan tim selama masa persiapan.

“Kami memilih tempat ini karena jaraknya dari Birmingham tidak terlalu jauh dan fasilitasnya cukup lengkap,” ujar Shendy, Kamis 26 Februari 2026.

Ia menambahkan, kawasan tersebut menyediakan penginapan setara hotel bintang tiga yang nyaman bagi para atlet untuk beristirahat. Selain itu terdapat ruang kebugaran, sepuluh lapangan latihan, serta restoran yang seluruhnya berada dalam radius kurang dari 100 meter.

“Semua fasilitas berdekatan, sehingga suasananya hampir sama seperti di Pelatnas Cipayung,” lanjutnya.

Selama tiga hari ke depan, tim Indonesia juga akan berbagi lapangan dengan tim tuan rumah Inggris, termasuk pasangan ganda putra andalan mereka Ben Lane/Sean Vendy. Tak hanya itu, tim Amerika Serikat yang juga sedang menjalani latihan di lokasi yang sama turut ambil bagian dalam sesi latihan bersama.

Shendy mengungkapkan bahwa agenda latihan bersama akan digelar dalam dua sesi, yakni sore hari waktu Inggris dan keesokan paginya. Latihan tidak hanya berisi gim uji coba, tetapi juga mencakup drilling serta penguatan pola permainan sesuai kebutuhan masing-masing sektor.

“Bukan hanya sesi game, tetapi juga ada sesi drilling dan pola permainan,” jelasnya.

Pada hari pertama, para pemain langsung menjalani latihan perdana dengan fokus utama pada pemulihan kondisi fisik setelah perjalanan panjang dari Indonesia. Intensitas latihan dibuat bertahap untuk mengembalikan kebugaran sekaligus melakukan penyesuaian awal terhadap atmosfer pertandingan di Eropa.

Amri Syahnawi mengatakan latihan awal lebih menitikberatkan pada pengembalian kondisi tubuh dan peregangan sebelum masuk ke materi lapangan.

“Hari pertama latihannya mengembalikan kondisi dulu, stretching, lalu dilanjutkan dengan beberapa porsi latihan di lapangan,” ujar Amri.

Rekan duetnya, Nita Violina Marwah, menambahkan bahwa menu latihan mencakup berbagai variasi permainan seperti game, latihan tanpa lob pendek dan panjang, pola 3-1, hingga sesi drilling untuk mempertajam akurasi dan konsistensi pukulan.

All England 2026 menjadi momen spesial bagi Amri/Nita karena ini merupakan penampilan perdana mereka di ajang prestisius tersebut. Keduanya mengaku telah menyiapkan diri secara maksimal, baik dari sisi teknik maupun mental.

“Persiapan kami sudah bagus. Sekarang tinggal menjaga pikiran, hati, dan mood, serta terus meyakini diri,” ungkap Nita.

Amri pun menyatakan antusiasmenya bisa tampil untuk pertama kali di turnamen bersejarah tersebut.

“Senang bisa tampil di All England pertama kali. Kami ingin memberikan yang terbaik. Sekarang fokus mematangkan taktik dan strategi untuk pertandingan nanti,” katanya.

Dengan waktu yang tersisa sebelum laga dimulai, tim Indonesia berharap masa aklimatisasi ini dapat menjadi fondasi penting untuk meraih hasil optimal di All England 2026 dan kembali membawa pulang prestasi membanggakan dari Birmingham.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....