Pemprov NTB All Out Sukseskan Pocari Sweat Run Lombok 2026

  • 19 Feb 2026 13:44 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan akan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 11–12 Juli 2026. Komitmen itu ditegaskan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat menerima jajaran manajemen Pocari Sweat dalam rapat koordinasi di Kantor Gubernur, Kamis, 19 Februari 2026.

Iqbal mengatakan pemerintah daerah ingin memastikan para pelari memperoleh pengalaman terbaik selama berada di Lombok. “Event ini harus lebih sempurna dari tahun sebelumnya. Runner harus merasa aman, nyaman, dan menikmati Lombok,” ujarnya.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat menerima jajaran manajemen Pocari Sweat dalam rapat koordinasi di Kantor Gubernur, Kamis, 19 Februari 2026. Foto: RRI/Diskominfotik NTB.

Menurutnya, dukungan diberikan secara menyeluruh, mulai dari pengamanan terpadu bersama Polda NTB, penguatan layanan kesehatan, hingga penyediaan transportasi dan akomodasi yang terintegrasi. Pemerintah provinsi membentuk koordinasi lintas sektor yang melibatkan organisasi perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, serta aparat keamanan.

Pemprov juga menyiapkan armada shuttle untuk rute bandara–Mandalika–Mataram, mendorong maskapai menambah penerbangan, serta mengoordinasikan hotel agar menghadirkan paket diskon dan bundling tiket pesawat–penginapan. Rute lomba akan dilengkapi penerangan tambahan, layanan medis, serta sistem pengamanan berbasis indeks risiko.

Marketing Director Pocari Sweat, Puspita Winawati, mengatakan konsep sport tourism akan diperkuat. Panitia menyiapkan Race Expo selama tiga hari, pertunjukan budaya lokal, serta booth UMKM di kawasan Mandalika. Rute lari juga dirancang melintasi desa-desa sekitar untuk menghadirkan pengalaman budaya secara langsung.

“Keberhasilan tahun lalu menjadi alasan utama Lombok kembali dipilih,” kata Puspita. Pada 2025, jumlah peserta mencapai sekitar 9.000 pelari, melonjak dari target awal 4.000 orang. Sekitar 70 persen peserta berasal dari luar daerah. Tahun ini, panitia menargetkan lebih dari 13.000 peserta.

Lonjakan peserta tersebut diproyeksikan memberi dampak ekonomi signifikan bagi sektor hotel, transportasi, restoran, hingga pelaku usaha mikro kecil dan menengah. Pemerintah daerah menyiapkan sentra UMKM di sekitar lokasi kegiatan, melibatkan Dekranasda serta pelaku usaha lokal. Ribuan tenaga kerja diperkirakan terserap selama rangkaian acara berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....