Anggaran KONI Dompu Minim, Bukan Halangan Raih Prestasi
- 07 Feb 2026 15:48 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu – Keterbatasan anggaran hibah dari pemerintah daerah membuat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, tidak membuatnya berkecil hati. Anggaran yang minim, yakni kurang dari 50 persen dari anggaran pada Porprov 2023, KONI Kabupaten Dompu, harus melakukan penyesuaian besar dalam program pembinaan olahraga prestasi tahun 2026.
Dengan alokasi dana Rp3 miliar, KONI memilih memprioritaskan kegiatan utama Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan meniadakan sejumlah agenda nonprioritas.
Ketua Umum KONI Kabupaten Dompu, Asrullah mengatakan, anggaran tahun 2026 mengalami penurunan signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2023.
Dengan asumsi jumlah kontingen yang relatif sama, anggaran tahun ini hanya sekitar 47 persen dari kebutuhan ideal.
“Kondisi ini memaksa kami melakukan efisiensi. Beberapa item penunjang kontingen saat Porprov tidak bisa dianggarkan, seperti tas kontingen dan perlengkapan lainnya. Bahkan, operasional KONI hanya mampu ditopang selama enam bulan,” ujar Asrullah, Sabtu 7 Februari 2026.
Anggaran hibah tersebut sepenuhnya difokuskan untuk kegiatan multievent, mulai dari Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda), keikutsertaan pada Porprov yang dijadwalkan berlangsung awal Juli 2026, hingga kebutuhan dasar operasional organisasi.
Sementara itu, pembinaan melalui single event maupun bantuan langsung kepada masing-masing cabang olahraga (Cabor) belum dapat diakomodasi.
Asrullah menegaskan, sesuai tugas dan fungsinya, KONI bertanggung jawab melakukan pembinaan atlet melalui induk organisasi Cabor prestasi.
Namun, dengan keterbatasan fiskal yang ada, pembinaan tahun ini diarahkan secara terpusat untuk persiapan Porprov, tanpa pembagian dana pembinaan per Cabor.
Dalam konteks sepak bola, keberhasilan Persidom FC menjuarai Liga 4 Rayon Pulau Sumbawa diakui sebagai prestasi membanggakan bagi masyarakat Dompu.
Capaian tersebut mengantarkan Persidom FC ke babak final Liga 4 seri nasional dan akan menghadapi juara Rayon Pulau Lombok di GOR Mataram.
“Prestasi Persidom FC merupakan hasil pembinaan Askab PSSI Dompu terhadap klub-klub binaannya. Ini patut diapresiasi,” kata Asrullah.
Ia menjelaskan, berdasarkan kebijakan terbaru PSSI, klub yang berlaga di Liga 4 kini diperbolehkan menggunakan dana APBD mulai musim 2025–2026.
Kebijakan ini bertujuan mendorong hidupnya kompetisi daerah, membangun industri olahraga lokal, serta meningkatkan kualitas pembinaan sepak bola di tingkat kabupaten.
"Meski demikian, penggunaan APBD untuk Liga 4 bukan bersifat wajib," katanya.
APBD hanya menjadi salah satu sumber pendanaan yang diperbolehkan, bukan satu-satunya sumber pembiayaan yang sah, berbeda dengan Liga 1 dan Liga 2 yang telah masuk kategori profesional.
Harapannya, kata Asrullah, Askab PSSI Dompu dapat menggandeng sponsor swasta untuk mendukung pembiayaan Persidom FC.
Dengan kondisi anggaran daerah yang terbatas, kolaborasi dengan pihak nonpemerintah menjadi sangat penting.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....