Gapasdap Soroti Keselamatan Kapal: Jangan Jadikan Kecelakaan sebagai 'Arisan Nasi

  • 13 Agt 2026 16:19 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Gapasdap meminta seluruh pihak mengevaluasi sistem keselamatan pelayaran setelah kebakaran KMP Putri Yasmin.
  • Khoiri Soetomo meminta penyebab kebakaran menunggu hasil investigasi resmi KNKT dan menyoroti ancaman ODOL serta barang berbahaya.
  • Gapasdap menegaskan keselamatan tidak boleh ditawar dan harus menjadi budaya bersama seluruh pemangku kepentingan.

RRI.CO.ID, Mataram - Ketua Umum DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Khoiri Soetomo meminta seluruh pihak mengevaluasi sistem keselamatan transportasi laut setelah kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok.

Khoiri menyampaikan hal itu saat meninjau proses evakuasi lanjutan di Pelabuhan Lembar, Kamis, 13 Agustus 2026. Ia juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya salah satu korban.

"Kami turut berduka cita atas meninggalnya satu korban dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang membantu proses pencarian," kata Khoiri di Lombok Barat.

Khoiri menegaskan, penyebab kebakaran KMP Putri Yasmin belum boleh disimpulkan sebelum investigasi resmi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) selesai.

Menurut dia, keselamatan pelayaran merupakan sistem yang melibatkan banyak mata rantai. Mulai dari operator kapal, regulator, KSOP, BPTD, Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), pelabuhan, galangan kapal hingga pengguna jasa.

"Jadi tidak bisa langsung di-judgement ini karena kapalnya atau operatornya. Ini menyeluruh," ujarnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa usia kapal otomatis menjadi penyebab kecelakaan. Menurut Khoiri, usia armada tidak memiliki korelasi langsung dengan kelayakan kapal selama seluruh persyaratan teknis dan keselamatannya terpenuhi.

Khoiri menyebut KMP Putri Yasmin telah memiliki sertifikat dan surat persetujuan berlayar. Ia juga menilai sejumlah peralatan keselamatan kapal terlihat berfungsi dalam video yang beredar.

Namun, ia mengingatkan adanya ancaman lain yang harus menjadi perhatian serius, yakni kendaraan over dimension over load (ODOL) dan barang berbahaya yang masuk melalui pelabuhan.

"Ini tidak boleh terjadi lagi. Jangan sampai kita terus melakukan arisan nasib," kata Khoiri.

Menurut dia, pengawasan barang berbahaya di kapal penyeberangan harus diperketat. Ancaman tersebut kini tidak hanya berasal dari bahan kimia, petasan atau bahan mudah terbakar, tetapi juga baterai kendaraan listrik.

Khoiri meminta pemerintah membangun budaya keselamatan secara menyeluruh, bukan hanya mengandalkan peraturan teknis.

Ia bahkan mendorong edukasi keselamatan melibatkan lembaga pendidikan dan tokoh agama agar kesadaran mengenai keselamatan ditanamkan sejak dini.

Khoiri juga meminta aturan terkait ODOL tidak terus ditunda dengan alasan ekonomi. Menurut dia, keselamatan tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan lain.

"Safety itu tidak bisa ditawar. Safety itu sebuah keharusan," tegasnya.

Terkait manifest penumpang, Gapasdap juga mendorong penerapan prinsip satu orang satu tiket. Menurut Khoiri, sistem tersebut penting untuk memastikan jumlah penumpang yang berada di kapal benar-benar sesuai dengan data manifest.

Ia berharap tragedi KMP Putri Yasmin menjadi momentum untuk membenahi seluruh mata rantai keselamatan transportasi penyeberangan. "Program peningkatan standar safety ini tidak cukup satu tahun, dua tahun atau lima tahun. Bahkan bisa satu generasi," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....