Asal Mula Kisah Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Pertama di Indonesia

  • 05 Agt 2026 11:08 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Setiap tanggal 17 Agustus kita melihat langkah tegap, kekompakan, dan ketangguhan pasukan pengibar bendera pusaka atau Paskibraka saat hendak mengibarkan Bendera Merah Putih. Kisah bersejarah tentang Paskibraka dimulai di Yogyakarta pada tahun 1946 saat kondisi Republik Indonesia sedang terancam dan berada dalam situasi darurat militer. Saat itu, ibu kota Indonesia terpaksa dipindahkan secara senyap dari Jakarta ke Yogyakarta karena Agresi Militer Belanda yang kembali mengancam kedaulatan negara.

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Pertama Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1946, Presiden Soekarno memanggil salah satu ajudannya yaitu Mayor Husein Mutahar. Bung Karno memberi tugas khusus kepada Husein Mutahar untuk memimpin serta menyiapkan upacara peringatan hari Proklamasi Kemerdekaan di Halaman Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta.

Husein Mutahar yang dikenal juga sebagai tokoh kepanduan nasional dan pencipta lagu-lagu perjuangan seperti Hari Merdeka dan Syukur langsung memutar otak dan memikirkan bahwa pengibaran bendera pusaka seharusnya dilakukan oleh para pemuda dan pemudi dari seluruh penjuru Nusantara sebagai simbol persatuan bangsa. Namun situasi keamanan di Yogyakarta saat itu sangat tidak memungkinkan untuk mendatangkan pemuda dan pemudi dari seluruh provinsi di Indonesia karena blokade militer Belanda memperketat akses jalan.

Tetapi, Husein Mutahar kemudian mencetuskan sebuah gagasan simbolis yang sangat cerdas. Ia menunjuk lima orang pemuda pemudi yang kebetulan sedang berada di Yogyakarta dan berasal dari daerah yang berbeda untuk menjadi Pengibar Bendera Pusaka pertama. Angka lima dipilih bukan tanpa alasan melainkan sebagai lambang dari lima sila Pancasila.

Lima pemuda pemudi inilah yang mencatatkan sejarah sebagai pasukan pengibar bendera pusaka pertama di bumi Indonesia. Gagasan lima orang pengibar bendera ini menjadi cikal bakal tradisi pengibaran bendera pusaka di negara kita.

Seiring berjalannya waktu dan setelah kondisi keamanan Indonesia semakin stabil, Husein Mutahar terus menyempurnakan konsep pasukan ini. Pada tahun 1968, formasi pengibaran bendera dikembangkan menjadi tiga kelompok simbolis yang kita kenal hingga hari ini yaitu formasi tujuh belas, formasi delapan, dan formasi empat puluh lima. Angka-angka tersebut melambangkan tanggal bersejarah kemerdekaan Indonesia.

17 Agustus 1945, sejak saat itulah tradisi merekruit putra putri terbaik perwakilan dari seluruh provinsi di Indoensia secara resmi dijalankan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....