BNPB Ingatkan Daerah Siaga El Nino, Mitigasi Harus Jadi Prioritas

  • 26 Jul 2026 14:39 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • BNPB mengingatkan pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak El Nino dan musim kemarau dengan memperkuat langkah mitigasi bencana.
  • Hingga 24 Juli 2026, BNPB mencatat 1.281 kejadian bencana di Indonesia, dengan ancaman yang kini mulai bergeser ke kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.
  • BNPB mengapresiasi NTB yang telah mengintegrasikan kajian risiko bencana ke dalam RPJMD dan menyalurkan Dana Siap Pakai sekitar Rp2 miliar untuk penanganan siaga darurat kekeringan.

RRI.CO.ID, Mataram – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau dan fenomena El Nino. Mitigasi dinilai menjadi langkah penting agar dampak kekeringan tidak semakin besar. Hal itu disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto saat Rapat Koordinasi Kekeringan dan Integrasi Kajian Risiko Bencana (KRB) di Mataram, Jumat, 24 Juli 2026.

Menurut Suharyanto, hingga 24 Juli 2026 BNPB mencatat 1.281 kejadian bencana di Indonesia. Sebagian besar berupa banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem. Memasuki musim kemarau, ancaman mulai bergeser ke kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.

"Kita tidak bisa mencegah bencana. Yang bisa dilakukan adalah mengurangi dampaknya dengan kesiapan yang baik," kata Suharyanto.

Ia mengatakan pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah sejak dini. Mulai dari penyediaan air bersih, pembangunan sumur bor, distribusi air menggunakan mobil tangki, hingga operasi modifikasi cuaca jika memungkinkan.

BNPB juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan atau sampah saat musim kemarau. Langkah sederhana itu dinilai penting untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Suharyanto mengapresiasi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang telah memasukkan kajian risiko bencana ke dalam RPJMD. Menurutnya, pembangunan harus memperhitungkan potensi bencana sejak tahap perencanaan.

"Mitigasi harus menjadi bagian dari pembangunan, bukan dilakukan setelah bencana terjadi," ujarnya.

Ia menambahkan seluruh wilayah NTB memiliki risiko bencana pada kategori sedang hingga tinggi. Ancamannya meliputi gempa bumi, tsunami, kekeringan, serta bencana hidrometeorologi lainnya.

Pada kesempatan itu, BNPB juga menyerahkan Dana Siap Pakai (DSP) sekitar Rp2 miliar kepada Pemerintah Provinsi NTB dan lima kabupaten. Bantuan tersebut digunakan untuk mendukung penanganan siaga darurat kekeringan.

Menurut BNPB, menghadapi El Nino tidak cukup dengan penanganan darurat. Daerah harus memperkuat mitigasi agar masyarakat lebih siap dan dampak bencana bisa ditekan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....