Prabowo Bakal Tutup 800 BUMN Bermasalah hingga Akhir 2026
- 10 Jul 2026 18:46 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Presiden Prabowo merencanakan penutupan hingga 800 BUMN yang dinilai tidak sehat dan terus merugi hingga 31 Desember 2026 untuk menghentikan pemborosan anggaran negara.
- Pemerintah telah menutup 240 BUMN pada pertengahan Juli 2026 dan menargetkan 250 penutupan pada akhir Juli, dengan target akhir 800 BUMN ditutup dalam tahun 2026.
- Penghematan dari penataan organisasi BUMN telah mencapai sekitar Rp70 triliun melalui pengurangan biaya overhead dan efisiensi belanja direksi.
RRI.CO ID, Lombok Barat – Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan menutup hingga 800 badan usaha milik negara (BUMN) yang dinilai tidak sehat dan terus merugi. Kebijakan itu disebut untuk menghentikan pemborosan anggaran negara sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan aset negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan lima bendungan di Indonesia yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat, 10 Juli 2026.
Menurut Prabowo, pemerintah telah mulai merapikan struktur BUMN yang selama ini dinilai terlalu gemuk. Saat pertama kali menjabat sebagai presiden, ia mengaku terkejut mengetahui jumlah BUMN beserta anak, cucu, hingga cicit perusahaannya mencapai lebih dari seribu entitas.
"Begitu saya dilantik jadi Presiden, baru saya diberitahu BUMN kita 1.077. Itu pun jangan-jangan masih ada anak perusahaan, cucu perusahaan, dan cicit perusahaan. Itu adalah cara mereka untuk sembunyi, sembunyikan uang negara, sembunyikan uang rakyat. Ini kita tertibkan," kata Prabowo.
Ia mengatakan hingga pertengahan Juli 2026 pemerintah telah menutup 240 BUMN yang dinilai tidak efisien. Jumlah itu ditargetkan bertambah menjadi 250 perusahaan pada akhir Juli, sebelum akhirnya mencapai 800 BUMN yang ditutup hingga 31 Desember 2026.
Prabowo menegaskan penutupan dilakukan terhadap perusahaan yang terus merugi dan tidak memiliki prospek perbaikan.
"Sampai akhir Juli akan 250 BUMN kita tutup. Desember 31 2026 akan tutup jumlahnya 800 BUMN yang tidak efisien, yang tidak pernah untung, yang merugi terus kita tutup," ujarnya.
Selain melakukan penutupan, pemerintah juga mengklaim berhasil meningkatkan kinerja sejumlah BUMN yang selama bertahun-tahun mengalami kerugian. Menurut Prabowo, beberapa perusahaan negara mulai mencatat keuntungan setelah dilakukan pembenahan manajemen dan efisiensi operasional.
Ia menyebut penghematan yang diperoleh dari penataan organisasi, termasuk pengurangan biaya overhead dan efisiensi belanja direksi, telah mencapai sekitar Rp70 triliun.
Di sisi lain, Prabowo memastikan pemerintah tetap mempertahankan perusahaan-perusahaan strategis nasional yang sebelumnya disebut sempat direncanakan untuk dilepas kepada pihak asing. Sejumlah perusahaan seperti PT PAL Indonesia, PT Pindad, dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) justru diarahkan untuk diperkuat.
Menurut Prabowo, PT PAL kini mampu memproduksi kapal perang hingga kapal selam, sedangkan PT Pindad disebut telah memperoleh kontrak penyediaan senapan dan senapan mesin untuk militer Arab Saudi. Ia juga mengatakan kondisi Garuda Indonesia mulai membaik setelah diputuskan tidak dijual.
Prabowo menilai pembenahan BUMN menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga mengembangkan Danantara sebagai dana kedaulatan (sovereign wealth fund) yang akan menjadi instrumen pembiayaan investasi nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....