KKP Siapkan 1.500 Kapal Tangkap untuk Nelayan NTB

  • 03 Jul 2026 16:22 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan program produksi 1.500 kapal tangkap ikan untuk nelayan di Nusa Tenggara Barat (NTB).
  • Pemerintah pusat juga menyetujui pembangunan 40 Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh kabupaten dan kota di NTB.

‎RRI.CO.ID, Mataram – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan program produksi 1.500 kapal tangkap ikan untuk nelayan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Program yang ditargetkan mulai berjalan pada tahun ini menjadi salah satu paket penguatan sektor kelautan yang disiapkan pemerintah pusat bagi NTB.

‎Kepastian program tersebut diperoleh setelah Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bertemu Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, di Jakarta Jumat, 3 Juli 2026. Dalam pertemuan itu, pemerintah pusat juga menyetujui pembangunan 40 Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh kabupaten dan kota di NTB.

‎Menurut Iqbal, jumlah tersebut menjadikan NTB sebagai provinsi dengan alokasi Kampung Nelayan Merah Putih terbanyak di Indonesia. Program itu diproyeksikan menjadi instrumen pemerintah untuk meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus memperkuat ekonomi kawasan pesisir.

‎"Kami melihat bantuan kapal dan Kampung Nelayan Merah Putih ini sebagai upaya mengentaskan kemiskinan dan membangun kemandirian ekonomi masyarakat pesisir," kata Iqbal.

‎Program pengadaan kapal tidak hanya berfokus pada penambahan armada penangkapan ikan. Pemerintah Provinsi NTB bersama KKP juga menyiapkan dukungan sumber daya manusia melalui konversi sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan menjadi SMK Perikanan. Sekolah tersebut akan diarahkan mencetak tenaga terampil di bidang budidaya, teknologi penangkapan ikan, hingga awak kapal dan fishing master.

‎"Langkah ini penting agar kebutuhan tenaga kerja sektor perikanan dapat dipenuhi oleh putra-putri NTB sendiri," ujar Iqbal.

‎Selain memperkuat perikanan tangkap, KKP juga membuka peluang pengembangan budidaya ikan air tawar dan perikanan laut sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di desa-desa pesisir. Pengembangan budidaya dinilai dapat menjadi penopang ketika hasil tangkapan nelayan dipengaruhi musim maupun cuaca.

‎Iqbal mengatakan, kerja sama antara Pemprov NTB dan KKP tidak berhenti pada bantuan kapal. Kedua pihak telah menyepakati sembilan program strategis yang mencakup sinkronisasi tata ruang laut, penguatan tata kelola perikanan, hilirisasi produk perikanan, pengawasan sumber daya kelautan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

‎Menurut dia, keberhasilan NTB memperoleh alokasi 1.500 kapal dan 40 Kampung Nelayan Merah Putih merupakan hasil komunikasi intensif dengan pemerintah pusat. Pendekatan tersebut, kata Iqbal, diarahkan untuk mempercepat realisasi program yang memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

‎"Bagi kami, diplomasi bukan sekadar membangun relasi, tetapi membuka ruang kolaborasi agar program pusat lebih cepat terealisasi dan manfaatnya dirasakan masyarakat," kata Iqbal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....