Muktamar XIV KAMMI Sepakati Pembentukan Badan Otonom Muslimah

  • 30 Jun 2026 11:27 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Pembentukan badan otonom tersebut tidak sekedar menambah struktur organisasi, melainkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem kaderisasi perempuan di tubuh KAMMI
  • Muktamar XIV Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang digelar di Ambon, Maluku, pada 22–28 Juni 2026

RRI.CO.ID, Ambon - Muktamar XIV Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang digelar di Ambon, Maluku, pada 22–28 Juni 2026 menyepakati pembentukan Badan Otonom Muslimah KAMMI. Keputusan tersebut menjadi salah satu agenda strategis organisasi dalam memperkuat kaderisasi dan kepemimpinan perempuan di lingkungan KAMMI.

Anggota Midformatur terpilih, Herianto, mengatakan badan otonom tersebut dibentuk sebagai wadah pengembangan kapasitas, pengkaryaan, serta pemberdayaan kader-kader muslimah agar memiliki ruang yang lebih luas dalam berkontribusi bagi umat, bangsa, dan negara.

"Pembentukan Badan Otonom Muslimah KAMMI merupakan bagian dari ikhtiar organisasi untuk menghadirkan ruang pengkaryaan yang lebih optimal bagi kader-kader akhwat. Kami ingin memastikan potensi besar muslimah KAMMI dapat berkembang secara maksimal sehingga melahirkan lebih banyak tokoh perempuan yang berintegritas, berkapasitas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," kata Herianto, di Ambon.

Menurut dia, pembentukan badan otonom tersebut tidak sekedar menambah struktur organisasi, melainkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem kaderisasi perempuan di tubuh KAMMI. Melalui wadah tersebut, proses pembinaan, pengembangan kompetensi, hingga penguatan kepemimpinan muslimah diharapkan berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Herianto menilai kader-kader muslimah KAMMI selama ini telah berkontribusi di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, dakwah, sosial kemasyarakatan, hingga ruang-ruang kepemimpinan publik. Karena itu, organisasi memandang perlu adanya wadah yang secara khusus mengonsolidasikan potensi tersebut agar pembinaan kader berlangsung lebih sistematis.

"Muktamar XIV menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan dalam gerakan dakwah dan kebangsaan. Kami berharap Badan Otonom Muslimah KAMMI menjadi pusat lahirnya pemimpin-pemimpin muslimah yang mampu menjawab tantangan zaman, tetap berpegang pada nilai-nilai Islam, serta menghadirkan solusi bagi persoalan umat dan bangsa," ujarnya.

Ia menambahkan, pembentukan Badan Otonom Muslimah KAMMI merupakan bentuk komitmen organisasi dalam menyiapkan kader-kader perempuan yang memiliki kapasitas kepemimpinan dan mampu mengambil peran strategis di berbagai sektor.

"Ini merupakan komitmen KAMMI untuk mencetak tokoh-tokoh akhwat yang mampu menjadi pelopor perubahan, menguatkan dakwah, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat," tutur Herianto.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....