Menteri PKP Gandeng Perbankan Percepat Akses Rumah Murah bagi Masyarakat
- 19 Mei 2026 20:39 WIB
- Mataram
Poin Utama
- PT Bank Syariah Indonesia (BSI) siap menambah kuota pembiayaan untuk mendukung Program 3 Juta Rumah pemerintah
- Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mendorong percepatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perumahan guna memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak.
- Perseroan mendukung penuh program prioritas nasional di sektor perumahan
RRI.CO.ID, Mataram - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mendorong percepatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perumahan guna memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak. Dukungan itu direspons PT Bank Syariah Indonesia (BSI) yang menyatakan siap menambah kuota pembiayaan untuk mendukung Program 3 Juta Rumah pemerintah.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan KUR Perumahan di Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB, Selasa, 19 Mei 2026. Agenda itu mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta sektor perbankan untuk memperkuat pembiayaan perumahan rakyat.
Hadir dalam kegiatan itu Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah NTB, serta kepala daerah dan Forkopimda dari Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Maluku Utara.
Dalam sambutannya, Maruarar menekankan pentingnya pelayanan pemerintah yang cepat dan sederhana, terutama dalam sektor pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Melayani rakyat itu harus dengan cepat. Pemerintah tidak boleh lambat, tetapi harus cepat dan mudah bagi rakyat,” kata Maruarar.
Ia mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan dan pembiayaan rumah rakyat. Pemerintah, kata dia, terus memperluas skema pembiayaan agar masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki rumah dengan akses yang lebih mudah dan terjangkau.
Wakil Direktur Utama BSI menyatakan perseroan mendukung penuh program prioritas nasional di sektor perumahan. Menurut dia, BSI siap meningkatkan penyaluran pembiayaan apabila pemerintah menambah kuota program.
“Kami mendukung inisiasi pemerintah, khususnya Kementerian PKP, dalam program prioritas nasional 3 juta rumah dan kami siap jika kuotanya ditambah,” ujarnya.
BSI mencatat realisasi penyaluran kredit program perumahan secara nasional mencapai Rp799,11 miliar. Adapun khusus di Nusa Tenggara Barat, penyaluran pembiayaan program perumahan melalui BSI mencapai Rp43,82 miliar.
Selain itu, realisasi kredit program perumahan di NTB dengan BSI sebagai bank penyalur tercatat sebesar Rp315,7 miliar. Hingga April 2026, BSI juga telah membiayai 1.201 unit rumah melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk mendukung Program 3 Juta Rumah.
Di sektor Kredit Pemilikan Perumahan (KPP), BSI menyalurkan pembiayaan sebesar Rp819 miliar kepada 2.385 nasabah sejak program berjalan. Angka itu mencapai sekitar 60 persen dari kuota pemerintah. Sementara di NTB, pembiayaan KPP yang telah disalurkan mencapai sekitar Rp44 miliar kepada 110 nasabah.
Di tengah tekanan ekonomi global, BSI mengklaim tetap mencatat pertumbuhan positif sepanjang 2026. Total aset bank syariah tersebut mencapai Rp460 triliun dengan pertumbuhan laba sebesar 17,1 persen.
Kementerian PKP berharap kerja sama antara pemerintah daerah, sektor perbankan, dan lembaga pembiayaan dapat mempercepat realisasi program perumahan nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....