Mendikdasmen Soroti Lonjakan Diabetes dan Obesitas Anak, Dipicu Penggunaan Gawai
- 17 Mei 2026 20:27 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menyoroti meningkatnya berbagai persoalan kesehatan pada anak usia sekolah, mulai dari obesitas, diabetes, hingga gangguan penglihatan.
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menyoroti meningkatnya berbagai persoalan kesehatan pada anak usia sekolah, mulai dari obesitas, diabetes, hingga gangguan penglihatan. Menurutnya, perubahan pola hidup anak yang semakin pasif dan ketergantungan terhadap gawai menjadi salah satu penyebab utama.
Pernyataan itu disampaikan Abdul Mu’ti saat meresmikan Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Mataram (RS UMMAT) PKU Muhammadiyah Lombok Timur, Ahad, 17 Mei 2026.
Ia mengatakan tantangan kesehatan saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan keterbatasan fasilitas layanan medis, tetapi juga menyangkut perubahan perilaku masyarakat, terutama generasi muda. “Sekarang banyak anak mengalami diabetes, obesitas, hingga gangguan penglihatan karena terlalu banyak menggunakan gawai dan kurang bergerak,” kata Abdul Mu’ti di Lombok Timur.
Ia menilai, pembangunan rumah sakit dan fasilitas kesehatan tetap penting, namun upaya membangun budaya hidup sehat jauh lebih mendasar untuk menekan peningkatan penyakit pada usia dini.
Karena itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mendorong penguatan pendidikan kesehatan melalui pembiasaan hidup sehat di sekolah. Salah satunya lewat program Senam Anak Indonesia Hebat yang mulai diterapkan di berbagai daerah.
Abdul Mu’ti menilai sekolah harus menjadi ruang pembentukan pola hidup sehat bagi anak sejak dini. Selain menjaga aktivitas fisik, sekolah juga diharapkan mampu membangun kesadaran tentang pentingnya pola makan sehat dan pembatasan penggunaan gawai.
“Membangun masyarakat yang berbudaya sehat jauh lebih penting daripada sekadar membangun rumah sakit,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan harus dibangun dengan pendekatan kemanusiaan. Karena, kualitas rumah sakit tidak hanya diukur dari fasilitas dan teknologi, tetapi juga dari sikap tenaga medis dalam melayani masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....