Kemensos Gelontorkan Anggaran Rp2,62 miliar Bantu 1.430 Warga Rentan di NTB
- 17 Apr 2026 10:37 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyalurkan bantuan sosial
- Kementerian Sosial
- bantuan Sosial bagi warga rentan di NTB
RRI.CO.ID, Mataram - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyalurkan bantuan sosial bagi 1.430 warga rentan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam kegiatan bakti sosial di Sentra Paramita Mataram, Kamis, 16 April 2026. Total bantuan yang digelontorkan mencapai Rp2,62 miliar.
Didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Gus Ipul sapaan Mensos menegaskan bantuan tersebut merupakan bagian dari program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang menyasar kelompok paling rentan. “Ini bantuan ATENSI untuk penyandang disabilitas, keluarga yang tidak mampu menebus ijazah, hingga mereka yang belum memiliki dokumen kependudukan seperti surat nikah dan KK,” kata Gus Ipul.
Bantuan itu mencakup beragam layanan, mulai dari operasi katarak untuk 500 penerima manfaat, khitanan massal, alat bantu disabilitas, hingga program pemberdayaan ekonomi dan layanan sosial lainnya. Operasi katarak dilaksanakan di dua rumah sakit, yakni RS Mandalika Lombok Tengah dan RSUD Bima.
Bagi Gus Ipul, program ini bukan sekadar distribusi bantuan, melainkan bentuk kehadiran negara dalam menjangkau persoalan yang kerap luput dari perhatian.
“Yang penting, kita diajak untuk membantu mereka yang tidak terlihat. Mereka yang kesulitan menyampaikan kebutuhan karena kendala psikologis, sosial, maupun geografis,” ujarnya.
Salah satu kisah yang mencuat adalah pasangan Awaludin dan istrinya yang akhirnya memperoleh legalitas pernikahan setelah 23 tahun hidup tanpa dokumen resmi. Melalui program isbat nikah, keduanya kini juga memiliki Kartu Keluarga.
“Mereka menikah sudah lama, tapi belum punya surat nikah dan KK. Hari ini semuanya dibantu,” kata Gus Ipul.
Selain penyaluran bantuan, kegiatan juga menampilkan capaian pendidikan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat. Sejumlah siswa tampil percaya diri menyampaikan pengalaman mereka selama mengikuti pendidikan gratis di sekolah tersebut.
Gus Ipul menilai perubahan siswa terlihat signifikan dibanding kunjungannya sebelumnya. “Anak-anak lebih percaya diri, mulai terlihat bakatnya, dan mampu berbicara di depan umum. Itu perkembangan yang istimewa,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan penampilan seorang siswa penyandang disabilitas netra yang membawakan lagu di hadapan para tamu. Suasana yang hangat menjadi penutup rangkaian acara yang menegaskan satu pesan: negara berupaya hadir, terutama bagi mereka yang selama ini tak terdengar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....