Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi LPG Nasional, Andalkan STS Kalbut

  • 13 Apr 2026 07:12 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui penyediaan dan distribusi energi yang andal, aman, dan merata di seluruh Indonesia. Sebagai subholding downstream, perusahaan terus memperkuat infrastruktur, termasuk menjamin ketersediaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bagi masyarakat.

Penguatan distribusi LPG dilakukan melalui optimalisasi sarana terintegrasi, mulai dari penyediaan kapal untuk distribusi laut, penggunaan skid tank untuk distribusi darat, hingga peningkatan pengawasan di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) serta pangkalan resmi. Langkah ini ditujukan untuk memastikan ketahanan stok serta pemerataan distribusi energi di berbagai wilayah.

Salah satu tulang punggung distribusi LPG nasional adalah fasilitas mothership ship-to-ship (STS) Kalbut yang berada di Perairan Teluk Kalbut, Situbondo, Jawa Timur. Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat transfer LPG dari kapal tanker induk ke kapal berukuran lebih kecil yang kemudian mendistribusikan energi ke berbagai daerah. STS Kalbut telah beroperasi sejak 1995 dengan luas area mencapai 3,92 kilometer persegi dan menjadi bagian dari Terminal BBM Tanjungwangi.

Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan keberadaan STS Kalbut memiliki peran strategis dalam menopang distribusi LPG tidak hanya di Jawa Timur, tetapi juga di berbagai wilayah Indonesia.

“Eksistensi STS Kalbut ini merupakan urat nadi energi Indonesia yang menjadi tulang punggung suplai LPG. Tidak hanya Jawa Timur, tetapi juga Bali, Nusa Tenggara, Jawa Tengah, Kalimantan, hingga Sulawesi,” ujar Ahad seperti dikutip dari siaran pers resminya, Sabtu 11 April 2026.

Menurut Ahad, untuk wilayah Jatimbalinus, STS Kalbut mendukung distribusi ke sejumlah terminal, seperti Terminal LPG Surabaya, Tanjungwangi, Manggis, Ampenan, dan Bima. Suplai reguler dari fasilitas ini bervariasi, dengan kapasitas kapal berkisar antara 1.700 hingga 10.000 metrik ton.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberadaan STS Kalbut yang dikelola Pertamina Patra Niaga menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional. “Melalui STS Kalbut, Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga pasokan dan distribusi LPG agar berjalan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Seiring meningkatnya kebutuhan LPG di Jawa Timur, pada 8 April lalu telah sandar kapal kargo dengan muatan sebesar 44.839 metrik ton di STS Kalbut. Muatan tersebut segera didistribusikan ke sejumlah terminal dengan rincian, yakni Gresik dijadwalkan menerima 10.000 metrik ton pada 12 April, ditambah suplai 1.000 metrik ton dari kilang TPPI yang telah tiba dan diproses bongkar pada 11 April.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Sementara itu, Surabaya telah menerima 8.000 metrik ton pada 10 April dan saat ini dalam proses bongkar. Adapun Banyuwangi dijadwalkan menerima 2.500 metrik ton pada 11 April.

Pertamina Patra Niaga memastikan seluruh proses distribusi dilakukan sesuai jadwal guna menjaga ketersediaan LPG di masyarakat tetap aman dan tercukupi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....