Kinerja Moncer, Jamkrindo Perluas Akses Pembiayaan UMKM dan Koperasi

  • 09 Apr 2026 09:36 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Jamkrindo
  • Pembiayaan UMKM dan Koperasi
  • Kinerja Keuangan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kinerja keuangan PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) tetap terjaga sepanjang 2025. Perusahaan penjaminan yang tergabung dalam Indonesia Financial Group (IFG) ini mencatat laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun.

Capaian tersebut mencerminkan konsistensi kinerja Jamkrindo di tengah dinamika industri penjaminan. Sejak berdiri pada 1970, perusahaan ini tercatat selalu membukukan laba setiap tahun.

Dari sisi neraca, total aset Jamkrindo mencapai Rp30,86 triliun dengan ekuitas Rp13,84 triliun. Sementara itu, imbal jasa penjaminan bruto tercatat Rp7,12 triliun. Di sisi lain, peningkatan aktivitas penjaminan turut mendorong kenaikan beban klaim bruto menjadi Rp6,6 triliun.

Meski beban klaim meningkat, perusahaan tetap menjaga kinerja dengan pengelolaan risiko yang disiplin. “Kami tidak hanya berfokus pada pertumbuhan, tetapi juga memastikan kualitas dan keberlanjutan kinerja,” kata Pelaksana Tugas Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari, melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 9 April 2026.

Sepanjang 2025, volume penjaminan Jamkrindo mencapai Rp247,57 triliun. Perusahaan ini telah menjangkau lebih dari 5,56 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi.

Abdul Bari mengatakan, Jamkrindo akan terus memperkuat perannya dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM dan koperasi. Langkah ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional, termasuk penguatan sektor ekonomi produktif.

Menurutnya, dukungan terhadap UMKM tidak cukup hanya melalui penjaminan kredit. Perusahaan juga menjalankan program pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha, mulai dari pelatihan keterampilan hingga penguatan akses pasar.

Program tersebut diperluas melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sasaran program mencakup pelaku UMKM, kelompok perempuan, hingga penyandang disabilitas.

“Kami ingin memastikan pelaku usaha dapat naik kelas dan tumbuh secara mandiri,” ujar Abdul Bari.

Laporan keuangan konsolidasian Jamkrindo tahun buku 2025 telah diaudit Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian. Opini ini memperkuat posisi Jamkrindo sebagai institusi penjaminan yang kredibel.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....