Jamkrindo Catat Penjaminan Rp27,68 Triliun, Topang 1,8 Juta Tenaga Kerja

  • 16 Mar 2026 20:48 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Jamkrindo

‎RRI.CO.ID, Jakarta - Kinerja penjaminan kredit yang dilakukan PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) menunjukkan tren positif pada awal 2026. Hingga Februari 2026, perusahaan penjaminan pelat merah itu mencatat volume penjaminan mencapai Rp27,68 triliun dengan jumlah debitur terjamin sebanyak 403.986 pelaku usaha.

‎Dari aktivitas penjaminan tersebut, Jamkrindo turut menopang keberlangsungan usaha yang menyerap sekitar 1.829.948 tenaga kerja di berbagai sektor ekonomi, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

‎Pelaksana Tugas Direktur Utama Jamkrindo, Abdul Bari, mengatakan capaian tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha. Penjaminan kredit dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan bisnis sekaligus membuka lapangan kerja.

‎“Kinerja penjaminan hingga Februari 2026 ini menunjukkan komitmen Jamkrindo dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya sektor UMKM,” kata Abdul Bari dalam keterangan tertulis.

‎Ia menjelaskan, melalui layanan penjaminan, pelaku usaha yang sebelumnya sulit memperoleh akses pembiayaan dari lembaga keuangan dapat lebih mudah mendapatkan kredit. Skema tersebut diharapkan mendorong ekspansi usaha sekaligus memperkuat kontribusi sektor UMKM terhadap perekonomian nasional.

‎Selain mengejar pertumbuhan bisnis, Jamkrindo juga berupaya meningkatkan kualitas layanan kepada mitra lembaga keuangan dan pelaku usaha. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan proses bisnis, peningkatan kapasitas layanan penjaminan, serta pemanfaatan teknologi digital guna mempercepat proses layanan.

‎Di sisi lain, perusahaan juga memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik melalui peningkatan manajemen risiko, kepatuhan, dan implementasi prinsip good corporate governance (GCG).

‎“Selain fokus pada pertumbuhan bisnis, kami terus melakukan berbagai langkah perbaikan untuk meningkatkan kualitas layanan serta memperkuat tata kelola perusahaan,” ujar Abdul Bari.

‎Menurut dia, keberhasilan Jamkrindo tidak semata diukur dari angka penjaminan, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan pelaku usaha. Sejumlah UMKM disebut berhasil berkembang dan naik kelas setelah memperoleh dukungan penjaminan serta pendampingan usaha.

‎Salah satu contohnya adalah usaha kuliner milik Narista Hastarini, pelaku UMKM asal Semarang yang mengembangkan bisnis GBOB Snack and Catering. Usaha tersebut bermula dari bisnis rumahan pada masa pandemi dengan produk dessert, khususnya mille crepes.

‎Pada tahap awal, usaha Narista terkendala keterbatasan modal dan belum siap mengakses pembiayaan perbankan. Melalui program pendampingan Jamkrindo, ia memperoleh pinjaman kemitraan sebesar Rp20 juta yang digunakan untuk memperbaiki dapur produksi dan menambah peralatan usaha.

‎Selain dukungan modal, Jamkrindo juga memberikan pelatihan manajemen usaha, pengelolaan produksi, keamanan pangan, hingga pemasaran digital. Pendampingan tersebut membuat usaha Narista berkembang dan mampu memperluas pasar.

‎Pada 2025, usaha tersebut mulai melakukan ekspansi dengan memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang dijamin oleh Jamkrindo.

‎Jamkrindo juga berperan mendukung pelaku usaha di sektor konstruksi melalui layanan penjaminan proyek, seperti surety bond dan kontra bank garansi. Layanan ini membantu perusahaan memenuhi persyaratan jaminan dalam mengikuti tender proyek, termasuk proyek infrastruktur pemerintah.

‎Direktur PT Valentara Sarana Raya, Triyanto Dwi Hastanto, mengatakan layanan penjaminan dari Jamkrindo mempermudah perusahaannya mengikuti berbagai proyek konstruksi dalam beberapa tahun terakhir.

‎“Sebagai perusahaan konstruksi, kami membutuhkan jaminan yang kredibel agar dipercaya mitra dan pemberi kerja. Pelayanan Jamkrindo selama ini sangat responsif dan membantu kelancaran bisnis kami,” kata Triyanto.

‎Ke depan, Jamkrindo menargetkan peran yang lebih besar dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....