Kemlu Pastikan Perlindungan WNI di Timteng Pascaserangan terhadap Iran
- 01 Mar 2026 19:24 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di kawasan Timur Tengah menjadi prioritas utama menyusul perkembangan situasi keamanan pascaserangan terhadap Iran.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa pemerintah terus memantau dinamika situasi secara ketat melalui koordinasi intensif dengan seluruh Perwakilan RI di kawasan.
“Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI di Timur Tengah terus memonitor secara saksama perkembangan situasi keamanan pascaserangan terhadap Iran. Perlindungan WNI dan PMI di kawasan merupakan prioritas utama pemerintah,” ujarnya Kemlu dalam keterangan resmi, Minggu 1 Maret 2026.
Kemlu melalui Direktorat Pelindungan WNI juga telah melakukan komunikasi dan koordinasi intensif dengan seluruh Perwakilan RI untuk memperoleh pembaruan data jumlah WNI, perkembangan kondisi riil di lapangan, serta langkah-langkah penanganan yang sedang dan akan dilakukan.
Menurut Kemlu, seluruh Perwakilan RI di kawasan Timur Tengah telah menyampaikan imbauan kewaspadaan kepada para WNI dan PMI. Selain itu, perwakilan juga memperkuat komunikasi dengan komunitas serta simpul-simpul WNI/PMI setempat guna memastikan arus informasi berjalan cepat dan akurat.
“Perwakilan RI juga menyiapkan sejumlah opsi langkah kontingensi dalam menghadapi risiko kedaruratan apabila diperlukan,” lanjutnya.
Kemlu mengimbau seluruh WNI dan PMI di kawasan Timur Tengah untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti arahan dari otoritas setempat dan Perwakilan RI.
Dalam kondisi darurat, WNI/PMI dapat menghubungi Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kemlu di nomor +62 812-9007-0027 atau menghubungi hotline Perwakilan RI terdekat.
Pemerintah menegaskan akan terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan guna memastikan keselamatan dan perlindungan seluruh WNI/PMI di kawasan terdampak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....