Menhub Ungkap Penyebab Harga Tiket Pesawat ke NTB Mahal

  • 01 Mar 2026 17:24 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan penyebab mahalnya harga tiket pesawat menuju Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurut dia, lonjakan harga yang dirasakan sebagian masyarakat bukan semata-mata karena tarif dasar yang tinggi, melainkan akibat pilihan rute penerbangan dengan transit di kota lain.

“Sehingga itu kemudian yang mengakibatkan seolah-olah tiket mahal, padahal pemilihan jalur penerbangannya melalui transit kota lain,” kata Dudy di Mataram, Sabtu, 28 Maret 2026.

Dudy menjelaskan, perbedaan harga tiket kerap terjadi karena calon penumpang memilih penerbangan tidak langsung. Rute dengan satu atau lebih persinggahan otomatis menambah komponen biaya, mulai dari pajak bandara hingga tarif tambahan maskapai. Akibatnya, harga tiket menjadi lebih tinggi dibandingkan penerbangan langsung (direct flight).

Ia menegaskan, pemerintah terus memantau pergerakan harga tiket, terutama menjelang momentum mudik Lebaran 2026. Untuk mengantisipasi kenaikan harga, pemerintah telah memberikan stimulus berupa diskon tiket pesawat hingga 18 persen.

“Pemerintah sudah memberikan stimulus untuk tiket pesawat hingga diskon sampai dengan 18 persen. Ini harus kita lihat secara keseluruhan, karena ada faktor supply and demand,” ujarnya.

Menurut Dudy, pada periode tertentu permintaan penerbangan meningkat signifikan, sementara kapasitas kursi pesawat terbatas. Kondisi itu turut memengaruhi harga di pasaran. Namun, ia memastikan pelaksanaan stimulus akan diawasi secara ketat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kami akan memonitor apakah memang betul mahal atau mungkin dalam pemilihan jalur penerbangannya,” kata dia.

Pemerintah berharap masyarakat lebih cermat dalam memilih rute perjalanan dan memanfaatkan penerbangan langsung yang tersedia ke NTB agar memperoleh harga yang lebih kompetitif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....