Bendungan Batujai Jadi Landasan Pesawat Amfibi untuk Pariwisata Premium NTB
- 28 Feb 2026 19:04 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Bendungan Batujai di Lombok Tengah akan bertransformasi menjadi landasan pacu pesawat amfibi atau waterbase seaplane pertama di Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah ini ditegaskan melalui penandatanganan nota kesepahaman yang disaksikan langsung Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Mataram, Sabtu, 28 Februari 2026.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyebut kesepakatan dengan Kementerian Perhubungan itu menjadi pintu masuk dimulainya persiapan operasional penerbangan amfibi di Lombok. “Ini akan memulai persiapan untuk pembukaan waterbase seaplane di Bendungan Batujai,” ujar Iqbal, Sabtu, 28 Februari 2026.

Menurut Iqbal, kehadiran landasan air tersebut dirancang terhubung langsung dengan Bandara Internasional Lombok. Konektivitas antarmoda inilah yang dinilai menjadi keunggulan Batujai dibandingkan opsi lokasi lain.
Seluruh penjajakan teknis, kata dia, telah dilakukan dan tinggal menuntaskan sejumlah regulasi pendukung. “Secara sistematis kita mulai. Tapi memang ada beberapa aturan yang harus segera dilengkapi,” katanya.
Menhub Dudy Purwagandhi mengatakan, regulasi yang dimaksud, tengah disiapkan Kementerian Perhubungan. Aturan itu akan memberi kemudahan bagi pengelola hotel dan resor untuk memperoleh izin memiliki atau mengoperasikan pesawat amfibi.
“Kita berikan keleluasaan atau kemudahan kepada pengelola resort atau pengelola wisata untuk bisa memiliki atau mengoperasikan seaplane,” kata Dudy.
Pemerintah menilai skema ini akan mempercepat tumbuhnya pariwisata berkualitas di NTB. Pesawat amfibi tak hanya memanfaatkan Batujai sebagai titik lepas landas, tetapi juga direncanakan mendarat di pulau-pulau kecil di sekitar Lombok dan Sumbawa destinasi yang selama ini mengandalkan jalur laut dengan waktu tempuh relatif panjang.
Pilihan Batujai, menurut Dudy, didasarkan pada pertimbangan intermoda. Waduk itu berada dalam radius yang memudahkan koneksi langsung dari bandara internasional, sehingga wisatawan dapat berpindah moda transportasi tanpa harus menempuh perjalanan darat yang lama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....