Peluang Mohan Raih Anugerah Kebudayaan PWI Kian Terbuka

  • 09 Jan 2026 19:54 WIB
  •  Mataram

KBRN, Jakarta: Peluang Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana meraih Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Tahun 2026 dinilai semakin terbuka setelah paparan kebijakan budaya dan capaian konkret yang disampaikannya di hadapan dewan juri.

Dalam presentasi tersebut, Mohan menekankan Mataram sebagai kota heterogen yang mampu menjaga harmoni sosial, terbuka terhadap kemajuan dan teknologi, namun tetap konsisten melestarikan budaya dan sejarah lokal. Gerbang Sangkareang disebut sebagai representasi nilai tersebut sekaligus trademark baru Kota Mataram.

“Gerbang Sangkareang ini dibangun dan diresmikan pada tahun 2022 lalu pada periode pertama pemerintahan kami,” jelas Mohan, Jumat (9/1/2026).

Dewan juri menilai, Gerbang Sangkareang tidak hanya menghadirkan simbol visual, tetapi juga menghidupkan kembali nilai budaya Sasak dalam ruang publik modern. Sudjiwo Tejo menyoroti kuatnya tradisi masyarakat Lombok yang masih terpelihara hingga kini.

Ia mencontohkan tradisi Perang Topat yang tetap lestari dan tidak ditemukan di daerah lain. Karena itu, ia meminta agar kepemimpinan daerah terus memberi ruang pada budaya dan tradisi lokal.

Mohan menjelaskan, Gerbang Sangkareang lahir dari karakter ruang dan sejarah sosial masyarakat Kota Mataram. Inspirasi utamanya berasal dari lumbung padi masyarakat Sasak yang menjadi simbol kemakmuran dan kesejahteraan.

“Lumbung padi juga memiliki makna sosial dan spiritual, melambangkan rasa syukur, pengendalian diri, serta semangat berbagi dan gotong royong yang telah mengakar dalam identitas budaya masyarakat Sasak,” ujarnya.

Menurut Mohan, Gerbang Sangkareang tidak berhenti sebagai simbol, tetapi merambat ke ekosistem ekonomi dan budaya kota. Dari ikon tersebut lahir berbagai turunan budaya seperti Batik Mentaram, arsitektur kota, hingga produk kerajinan.

“Bahkan bros yang saya pakai saat ini juga merupakan hasil dari turunan Gerbang Sangkareang,” tambahnya.

Ia juga menyebut Batik Mentaram telah menembus panggung internasional dan tampil di Bellabric serta Melbourne, Australia.

“Dari tangan perajin lokal, Batik Mentaram terus memperkuat identitas budaya daerah yang elegan, adaptif, dan mampu bersaing di ranah global,” katanya.

Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, mengatakan penghargaan akan diserahkan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten, 9 Februari 2026.

“Sepuluh kepala daerah tersebut dipilih oleh dewan juri setelah melalui penilaian mendalam terhadap proposal beserta seluruh lampirannya yang sangat lengkap,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....