Gus Irfan Tak Ingin Asrama Haji Jadi “Rumah Hantu”
- 11 Okt 2025 14:43 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, melakukan kunjungan ke Asrama Haji Embarkasi Lombok, Mataram, Sabtu (11/10/2025). Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau sejumlah fasilitas, termasuk kamar hotel yang biasa digunakan calon jemaah haji dari berbagai daerah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Gus Irfan menyoroti pengelolaan Asrama Haji di berbagai daerah di Indonesia. Ia menegaskan agar fasilitas tersebut tidak dibiarkan terbengkalai di luar musim haji.
“Saya tidak ingin Asrama Haji ini kalau tidak musim haji menjadi rumah hantu,” tegasnya.
Menurutnya, pemerintah telah menggelontorkan dana besar, antara Rp100 hingga Rp200 miliar, untuk pembangunan Asrama Haji. Namun sayangnya, banyak yang belum dikelola dengan optimal.
Dengan berdirinya Kementerian Haji dan Umrah sebagai lembaga tersendiri, Gus Irfan meminta tim internalnya untuk mendata seluruh Asrama Haji di Indonesia yang belum dimanfaatkan dengan baik. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan aset negara secara maksimal sekaligus memberikan kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
“Kalau di sini (Lombok) secara umum bagus, tetapi harus dimaksimalkan. Walaupun PNBP masuk, tetapi targetnya masih rendah,” ujarnya.
Selain itu, Gus Irfan juga menilai hotel-hotel yang ada di kawasan Asrama Haji dapat disewakan kepada masyarakat umum. Ia bahkan mendorong agar hotel-hotel tersebut diberi nama khusus, tanpa harus selalu menyertakan label “Asrama Haji”, agar tidak menimbulkan kesan murahan.
“Untuk menghilangkan kesan Asrama Haji dianggap murah, kumuh, dan lain sebagainya. Boleh saja disewakan, asalkan kepemilikannya tetap di bawah kementerian,” tambahnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....