KKP Catat Surplus Neraca Perdagangan Perikanan Hingga September 2024

  • 27 Okt 2024 19:22 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatatkan surplus neraca perdagangan komoditas perikanan sebesar USD 3,87 miliar pada periode Januari-September 2024. Angka ini meningkat 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistiyo, mengungkapkan bahwa nilai ekspor produk perikanan mencapai USD 4,23 miliar.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), peningkatan signifikan terjadi pada Agustus 2024. Volume total ekspor yang mencapai 1,02 juta ton, naik 34,2 persen dibandingkan bulan yang sama di tahun sebelumnya.

Amerika Serikat tetap menjadi pasar utama bagi produk perikanan Indonesia, dengan nilai ekspor mencapai USD 1,38 miliar atau 32,6 persen dari total ekspor. Selain itu, ekspor ke Tiongkok dan ASEAN juga meningkat, masing-masing sebesar 7,8 persen dan 18,7 persen.

Di kawasan Eropa, nilai ekspor tumbuh 23,3 persen dibandingkan tahun lalu. Peningkatan ini memperlihatkan potensi besar bagi pasar Uni Eropa.

Produk unggulan utama pada periode ini mencakup udang dengan nilai ekspor USD 1,18 miliar, serta Tuna-Cakalang-Tongkol (TCT), Cumi-Sotong-Gurita (CSG), dan Rajungan-Kepiting yang juga mengalami pertumbuhan signifikan.

Di sisi lain, impor perikanan Indonesia menurun sebesar 26,2 persen, yang mencapai USD 366,98 juta. Penurunan impor ini turut mendukung surplus neraca perdagangan. “Penurunan ini menjadi sinyal positif bagi perdagangan perikanan kita,” tambah Budi.

Untuk meningkatkan daya saing, KKP terus memperluas akses ke pasar tradisional seperti Uni Eropa dan Jepang, serta mengeksplorasi pasar baru di Afrika Utara dan Asia Selatan.

Pemerintah juga menekankan pentingnya hilirisasi dan menjaga keberlanjutan produk perikanan, yang diharapkan dapat memperkuat ekspor di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....