Bulog Siap Suplai Beras untuk Program MBG

  • 30 Jan 2026 15:03 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Perum Bulog memastikan kesiapan penuh dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah. Direktur Utama Perum Bulog, Letjen (Purn) Ahmad Rizal Ramdani, menegaskan Bulog mendapat peran strategis sebagai pemasok utama beras bagi dapur-dapur MBG di seluruh Indonesia.

Ahmad Rizal menjelaskan, berdasarkan peraturan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Instruksi Presiden, serta hasil rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan, telah disepakati bahwa seluruh dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib menggunakan beras Bulog.

“Dapur-dapur MBG diwajibkan menggunakan beras Bulog. Saat ini Bulog memiliki beras berkualitas, baik beras medium maupun beras premium,” kata Ahmad Rizal Ramdani, saat melakukan kunjungan ke RRI Mataram, Jum'at 30 Januari 2026

Ia menambahkan, Bulog membuka ruang koordinasi dan sinergi dengan para pengelola dapur MBG melalui pimpinan wilayah dan pimpinan cabang di daerah. Menurutnya, stok beras Bulog sangat mencukupi dan ditawarkan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan membeli dari pihak swasta.

“Stok kami banyak. Daripada beli di luar, lebih baik ke Bulog. Harganya lebih murah, kualitasnya bagus, dan rasanya juga enak,” ujarnya.

Secara nasional, Bulog disebut siap memenuhi kebutuhan beras untuk MBG hingga 2 juta ton per tahun. Tantangan tersebut, kata Ahmad Rizal, tidak menjadi kendala mengingat stok Bulog saat ini mencapai 3,2 juta ton dan berpotensi meningkat hingga 7,2 juta ton apabila serapan dalam negeri mencapai target 4 juta ton.

“Kalau hanya diambil 2 juta ton untuk MBG, stok kami masih sangat aman,” ucapnya.

Untuk memastikan kualitas, Bulog juga akan menggelar pertemuan dengan para pengelola SPPG. Dalam agenda tersebut, akan dilakukan uji kualitas beras mulai dari kondisi gabah, proses memasak, hingga cita rasa nasi yang dihasilkan.

“Saya tidak mau beli beras seperti beli kucing dalam karung. Beras Bulog harus diuji, dimasak, dirasakan, dan dinilai langsung layak atau tidak,” jelas Ahmad Rizal.

Ia juga mengimbau pengelola SPPG agar menggunakan beras produksi negara sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah.

“SPPG ini program pemerintah, jadi alangkah baiknya menggunakan beras negara. Itu juga bagian dari mendukung kebijakan pemerintah,” katanya.

Terkait dampak terhadap serapan beras petani, Ahmad Rizal menyebut permintaan MBG justru akan mendorong peningkatan serapan Bulog. Pada 2026, Bulog ditargetkan menyerap 4 juta ton beras, dan dengan kebutuhan MBG sekitar 2 juta ton, stok nasional dinilai tetap aman.

“Masih ada cadangan sekitar 2 juta ton. Jadi tidak ada masalah, stok aman,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....