BPKP NTB Atensi Kasus Keracunan MBG

  • 21 Jan 2026 07:50 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Nusa Tenggara Barat (NTB) memberi perhatian khusus terhadap kasus keracunan yang terjadi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di NTB. Insiden tersebut terjadi di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah.

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi NTB, Adrian Puspawijaya, mengatakan pihaknya melakukan pemotretan menyeluruh terhadap implementasi MBG di setiap SPPG. Pengawasan mencakup proses penunjukan penyedia, pemenuhan persyaratan, hingga pelaksanaan di lapangan, termasuk penanganan ketika terjadi insiden.

“Kami melihat pelaksanaan SPPG dari awal penunjukannya sampai pelaksanaannya. Termasuk ketika ada kejadian seperti ini, kami lakukan pendataan untuk disampaikan,” ujar Adrian di Mataram, Rabu, 21 Januari 2026.

Adrian menegaskan, BPKP tidak berada pada posisi sebagai pengambil kebijakan. Peran lembaganya adalah menghimpun fakta di lapangan dan menyusun rekomendasi perbaikan yang selanjutnya disampaikan kepada pemerintah pusat. Kebijakan lanjutan, akan ditetapkan melalui koordinasi pemerintah pusat dengan Badan Gizi Nasional serta Kementerian Kesehatan.

Meski terjadi insiden keracunan, Adrian menyebut secara umum pelaksanaan program MBG di NTB masih berjalan relatif lancar. Seluruh temuan di daerah akan dikompilasi secara nasional dan dibahas dalam rapat koordinasi bersama kementerian dan lembaga terkait.

Selain aspek kesehatan dan keamanan pangan, BPKP juga menyoroti dampak tidak langsung program MBG terhadap ketahanan pangan daerah. Salah satunya adalah meningkatnya kebutuhan bahan pangan, seperti daging ayam.

BPKP NTB mendorong optimalisasi peran organisasi perangkat daerah teknis, termasuk Dinas Peternakan, agar peluang ekonomi dari program MBG dapat dimanfaatkan tanpa mengganggu ketersediaan pangan daerah. Di luar program MBG, Perwakilan BPKP NTB juga mengawal akuntabilitas sejumlah program strategis nasional lainnya, seperti Sekolah Rakyat dan Koperasi Desa Merah Putih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....