Sinyal Sumiatun Gandeng Winengan di Pilkada Lombok Barat
- 26 Apr 2024 18:38 WIB
- Mataram
KBRN, Lombok Barat: Di tengah persiapan pemilihan kepala daerah (pilkada) Lobar, muncul gelombang spekulasi mengenai calon yang akan mendampingi Sumiatun, tokoh yang telah memberikan sinyal kuat untuk mencalonkan diri. Dalam keramaian nama-nama yang beredar, Lalu Winengan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Lobar, menjadi sorotan.
Winengan, dengan sikap terbuka, menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam kontestasi pilkada mendatang, dengan syarat undangan tersebut datang langsung dari Sumiatun. Sebuah fenomena menarik terjadi di Lobar, di mana spanduk dan baliho yang menampilkan duet Sumiatun-Winengan mulai menghiasi berbagai sudut kota, menandakan dukungan yang tumbuh dari akar rumput.
“Jika Sumiatun yang meminta, saya siap mendukung dengan segala yang saya miliki, termasuk dukungan finansial.” ujarnya, Jumat (26/4/2024).
Winengan menyatakan kesediaannya untuk mengambil risiko politik, bahkan sampai pada kemungkinan mengundurkan diri dari jabatan pegawai negeri sipil (PNS).
“Saya tidak akan memaksa atau melamar posisi tersebut. Saya hanya akan maju jika ada undangan dari Sumiatun.” katanya.
Dia juga mengungkapkan rencananya untuk menantang status quo politik yang ada dengan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), menuntut agar PNS diberikan hak politik yang setara dengan warga negara lainnya.
“Saya telah menyiapkan argumen untuk MK, dengan tujuan agar PNS tidak diwajibkan mengundurkan diri saat mencalonkan diri dalam pilkada. Saat ini saya sedang berkonsultasi dengan ahli hukum tata negara untuk mengajukan gugatan tersebut,” ungkap Winengan.
Menanggapi keberadaan materi kampanye seperti spanduk dan baju yang menampilkan dirinya bersama Sumiatun, Winengan menegaskan ia tidak pernah secara langsung terlibat dalam koordinasi pembuatan materi tersebut.
“Saya percaya itu adalah inisiatif dari para relawan, dan saya hanya diberitahu setelahnya. Saya tidak pernah meminta untuk dipasangkan baliho atau dibuatkan baju kampanye, itu adalah inisiatif murni dari para pendukung,” jelasnya.
Meskipun memiliki popularitas dan dukungan finansial, Winengan menolak gagasan untuk maju sebagai calon bupati. “Saya tidak ingin terlibat dalam konflik, itulah mengapa saya memilih untuk tidak maju sebagai calon bupati,” tambahnya.
Alasan Winengan untuk hanya bersedia maju jika diajak oleh Sumiatun cukup jelas, ia menganggap Sumiatun sebagai sosok perempuan yang tangguh dan memiliki sifat keibuan.
“Bersama Sumiatun, saya merasa akan terlindungi dan terpandu. Berbeda dengan calon lain yang seumuran dan memiliki kemampuan yang sama, belum tentu mereka memiliki visi finansial yang sejalan. Saya mungkin seorang PNS, namun saya mengerti dinamika politik yang kompleks,” tutup Winengan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....