Terminal Mandalika Siapkan 125 Bus untuk Arus Mudik 2024

  • 02 Apr 2024 13:45 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Sebanyak 125 bus Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) disiapkan untuk memenuhi kebutuhan arus mudik 2024 dari Terminal Mandalika, Kota Mataram. Bus-bus ini disiapkan oleh Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Perhubungan NTB.

"Selain itu, 76 bus AKDP kelas eksekutif juga telah disediakan oleh Perusahaan Otobus (PO). Dan jumlah ini akan terus bertambah sesuai kebutuhan," ungkap Kepala Terminal Mandalika, Marthen Tanone, Selasa (2/4/2024).

Marthen mengungkapkan selain dari Dishub dan PO, untuk mengantisipasi kekurangan armada bus selama masa mudik, juga telah disiapkan bus dari Damri. Ia menegaskan, semua bus yang akan digunakan oleh pemudik menuju Pulau Sumbawa telah melalui proses pemeriksaan fisik dan administrasi yang ketat.

Kepala Terminal Mandalika, Marthen Tanone. (Foto: Halwi/RRI)


"Kami telah melakukan pemeriksaan kendaraan sejak bulan lalu, baik dari segi kondisi fisik maupun administrasi kendaraan," tegasnya.

Meskipun Terminal Mandalika saat ini sedang dalam proses revitalisasi, pelayanan untuk arus mudik tetap akan berjalan lancar. Dia memperkirakan akan ada peningkatan jumlah pemudik sebesar lima hingga tujuh persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Tahun 2023, jumlah pemudik yang berangkat dari Terminal Mandalika mencapai 13.536 orang, sementara yang kembali mencapai 14.000 orang. Prediksi peningkatan pemudik kemarin di rapat sebesar 10 persen, tetapi menurut saya sebagai pengawas, prediksi tersebut sekitar lima hingga tujuh persen karena kondisi, mungkin beberapa PO naik di poolnya masing-masing bukan dari terminal," jelas Marthen.

Selain peningkatan jumlah pemudik, harga tiket untuk mudik tahun ini juga mengalami kenaikan sebesar 30 persen dari ambang batas atas penjualan tiket. Jika pada hari-hari biasa tiket untuk kelas eksekutif dijual seharga Rp300 ribu, untuk masa mudik dijual dengan harga Rp330 ribu. Sementara untuk tiket kelas eksekutif yang sebelumnya dijual dari harga Rp330 ribu, kini dijual dengan harga Rp450 ribu selama masa arus mudik.

"Kenaikan harga ini merupakan hasil rapat, namun belum ditandatangani oleh kepala dinas," tambah Marthen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....