Roti Canai dan Roti Maryam, Jejak India dalam Kuliner Asia Tenggara
- 30 Sep 2026 18:23 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Roti canai memiliki kaitan kuat dengan tradisi kuliner India Selatan dan kemudian berkembang menjadi makanan populer di Malaysia, Singapura, serta Indonesia.
- Di Indonesia, roti canai dikenal dengan berbagai nama, salah satunya roti maryam, dengan karakter khas berupa lapisan renyah di luar dan lembut di bagian dalam.
- Roti canai dan roti maryam dapat disajikan gurih bersama kari maupun dikreasikan menjadi sajian manis dengan cokelat, keju, susu, dan berbagai topping.
RRI.CO.ID, Mataram - Bentuknya pipih, permukaannya kecokelatan, dan ketika disobek terlihat lapisan-lapisan tipis yang menggoda. Roti canai atau yang di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan roti maryam merupakan salah satu kuliner yang memiliki perjalanan panjang lintas negara dan budaya.
Mengutip South China Morning Post, roti canai merupakan roti pipih yang mendapat pengaruh kuat dari tradisi kuliner India dan kemudian menjadi makanan yang sangat populer di Malaysia serta Singapura. Di Singapura, makanan serupa lebih dikenal dengan nama roti prata, sedangkan di Indonesia istilah yang sering digunakan antara lain roti cane dan roti maryam.
Karena memiliki bentuk pipih dan biasa disantap bersama kari, roti canai terkadang dianggap sebagai makanan Timur Tengah. Namun, sumber yang membahas sejarah kuliner ini justru mengaitkannya dengan pengaruh India Selatan. South China Morning Post mencatat bahwa bentuk roti canai di Malaysia lebih dekat dengan parotta dari India Selatan, khususnya tradisi roti dari wilayah Malabar atau Kerala, dibandingkan roti khas India Utara.
Di Malaysia, roti canai kemudian berkembang menjadi bagian dari kehidupan kuliner sehari-hari. Dilansir Tourism Malaysia, roti canai merupakan salah satu pilihan sarapan yang umum dijumpai di kedai-kedai mamak. Roti ini biasanya dibuat dari tepung dan ghee, kemudian dimasak hingga bagian luarnya renyah sementara bagian dalamnya tetap lembut dan berlapis.
Perjalanan roti canai ke Asia Tenggara juga berkaitan dengan komunitas India yang bermigrasi ke kawasan tersebut. Mengutip South China Morning Post, masyarakat keturunan India di Malaysia banyak memiliki hubungan dengan wilayah Tamil Nadu di India Selatan, sementara karakter roti canai sendiri memiliki kemiripan dengan parotta yang berkembang di India Selatan.
Nama “canai” sendiri ternyata tidak memiliki satu penjelasan yang benar-benar disepakati. Dilansir South China Morning Post, ada teori yang menghubungkan kata tersebut dengan Chennai, India, tetapi ada pula pendapat yang mengaitkannya dengan kata dalam bahasa Melayu yang berhubungan dengan proses mengolah atau menguleni adonan. Karena terdapat beberapa teori, asal nama “canai” sebaiknya tidak disebut sebagai fakta tunggal.
Hal menarik lainnya adalah bagaimana makanan tersebut berkembang setelah sampai di Indonesia. Mengutip Kompas.com, roti maryam sebenarnya merupakan sebutan yang lebih dikenal di Indonesia, sementara nama yang lebih umum untuk makanan tersebut adalah roti canai. Dalam perkembangannya, roti maryam kemudian menjadi istilah yang sangat akrab bagi masyarakat Indonesia.
Ada pula cerita mengenai penggunaan nama Maryam di Indonesia. Dilansir Kompas.com, Head Chef Bogasari Baking Center Haryanto menjelaskan bahwa penyebutan roti maryam di Indonesia pernah dikaitkan dengan seorang penjual bernama Ibu Maryam yang menjual roti tersebut di Jakarta. Penjelasan ini menunjukkan bahwa nama “roti maryam” dapat berkembang dari penggunaan lokal, bukan berarti makanan tersebut berasal dari Timur Tengah.
Dari segi bentuk, roti canai dan roti maryam pada dasarnya memiliki karakter yang sangat mirip. Keduanya berupa roti pipih dengan lapisan tipis dan tekstur yang dapat terasa renyah di bagian luar tetapi lembut di bagian dalam. Kompas.com juga menyebut roti canai dan roti maryam sebagai makanan yang memiliki bentuk serta karakter tekstur serupa.
Rahasia lapisan tersebut berada pada cara mengolah adonannya. Adonan yang sudah kalis perlu diistirahatkan, kemudian dilebarkan hingga tipis dan diberi minyak atau margarin. Setelah itu, adonan dilipat atau digulung sebelum dibentuk kembali dan dimasak. Teknik tersebut membantu menghasilkan lapisan-lapisan tipis yang menjadi ciri khas roti ini.
Proses membuatnya juga menjadi atraksi tersendiri. Mengutip Tourism Malaysia, pembuat roti canai dapat meregangkan dan melempar adonan ke udara sebelum membentuknya. Teknik tersebut membuat adonan menjadi tipis sekaligus memberikan tampilan menarik ketika roti dibuat langsung di hadapan pembeli.
Dalam penyajian tradisionalnya, roti canai lebih sering hadir sebagai makanan gurih. Dilansir Tourism Malaysia, roti canai biasanya dinikmati bersama dhal atau kuah kari. Variasinya pun cukup banyak, mulai dari roti kosong hingga roti dengan tambahan telur, pisang, ayam, daging, tuna dan bahan lainnya.
Di Indonesia, penyajiannya berkembang lebih luas. Mengutip Kompas.com, roti maryam dapat disajikan bersama kari ayam, kari kambing maupun gulai kambing. Namun, di luar sajian gurih tersebut, roti maryam juga banyak dikreasikan menjadi camilan manis dengan tambahan gula, susu kental manis, cokelat, keju atau berbagai topping lainnya.
Sementara itu, di Malaysia sendiri roti canai juga terus mengalami perkembangan. Dilansir Tourism Malaysia, selain roti kosong, terdapat berbagai variasi dengan isian seperti telur, pisang, ayam, kambing dan tuna. Ada pula roti tissue yang dibuat jauh lebih tipis dan renyah serta biasanya diberi gula atau susu kental manis.
Perbedaan penyebutan tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah makanan dapat beradaptasi ketika berpindah dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Roti canai menjadi bagian dari budaya makan Malaysia dan Singapura, sementara di Indonesia nama roti maryam, roti cane, dan roti konde ikut berkembang dalam penggunaan sehari-hari.
Menariknya, roti berbentuk pipih bukan hanya ditemukan di satu kawasan. India, Asia Tenggara, Timur Tengah hingga berbagai wilayah lainnya memiliki banyak jenis roti pipih dengan karakter masing-masing. Kemiripan bentuk tersebut tidak otomatis berarti semuanya berasal dari sumber yang sama. Dalam kasus roti canai, sumber-sumber yang membahas sejarahnya lebih kuat mengarah pada hubungan dengan tradisi India Selatan dan perkembangan komunitas India di Asia Tenggara.
Kini, roti canai dan roti maryam semakin mudah ditemukan dalam berbagai bentuk. Dari pendamping kari yang gurih hingga camilan manis dengan topping kekinian, makanan ini terus beradaptasi mengikuti selera masyarakat.
Pada akhirnya, daya tarik roti canai bukan hanya terletak pada rasanya. Di balik lapisan renyah dan lembutnya terdapat cerita tentang perjalanan kuliner India Selatan yang kemudian berkembang di Asia Tenggara. Sementara di Indonesia, perjalanan tersebut melahirkan istilah roti maryam yang kini sudah begitu akrab di telinga masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....