Tempoyak, Fermentasi Durian yang Dijadikan Lauk

  • 29 Sep 2026 10:39 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Durian biasanya identik dengan buah manis yang bisa dimakan langsung. Namun di Pulau Sumatra ada satu olahan durian yang justru difermentasi dan dijadiakan lauk sebagai teman makan nasi, itulah dia tempoyak.

Tempoyak memiliki aroma yang kuat dan rasa yang asam namun bagi sebagain orang justru membuat ketagihan. Tempoyak adalah durian yang difermentasi secara alami dengan mencampur daging durian dengan sedikit garam kemudian disimpan selama beberapa hari hingga mengalami proses fermentasi. Hasilnya durian berubah menjadi pasta dengan rasa asam yang khas dana roma yang tajam.

Makanan ini sudah lama dikenal sejak ratusan tahun yang lalu terutama di daerah Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, hingga Kalimantan Barat. Bagi masyarakat disana tempoyak bukan makanan aneh melainkan merupakan lauk sehari-hari. Tempoyak jarang dimakan begitu saja, biasanya akan diolah lagi menjadi berbagai hidangan khas mulai dari pindang patin tempoyak, sambal tempoyak, sampai gulai ikan yang kaya rempah.

Rasa asam dari fermentasi akan menyatu dengan rasa pedas dan gurih akan menjadikan cita rasa yang kuat dan unik. Dengan adanya kreasi makanan berupa tempoyak ini menunjukkan kecerdasan masyarakat tradisional dalam mengawetkan makanan sebelum adanya teknologi pendingin seperti yang dikenal sekarang.

Dengan demikian, tempoyak bukan sekedar makanan tetapi juga merupakan identitas budaya dan cara hidup masyarakat Sumatra dengan melakukan fermentasi supaya bisa dinikmati lebih lama. Hingga saat ini tempoyak tetap bertahan di tengah modernisasi menjadi bukti bahwa cita rasa tradisional memiliki tempat di hati banyak orang. Dari buah durian yang dimiliki oleh Indonesia tercipta lauk yang legendaris.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....