Cheese Platter, Camilan Cantik yang Kini Viral di Indonesia
- 25 Agt 2026 21:15 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Cheese platter adalah sajian aneka keju dengan buah, crackers, kacang, roti, selai, madu, hingga daging olahan.
- Berakar dari tradisi kuliner Eropa, cheese platter kini populer kembali berkat tampilan estetik dan media sosial.
- Keju menyediakan protein dan kalsium, sementara buah dan kacang menambah serat, vitamin, mineral, serta variasi nutrisi.
RRI.CO.ID, Mataram : Cheese platter tengah menjadi salah satu sajian yang ramai diperbincangkan di Indonesia. Bukan hanya karena rasanya yang beragam, tampilannya yang cantik dan praktis membuat hidangan ini mudah menarik perhatian di media sosial. Pada Agustus 2026, tren cheese platter bahkan terlihat semakin kuat setelah sejumlah supermarket menawarkan versi ekonomis yang membuat sajian ini lebih mudah dijangkau. Di Mataram Lombok cheese platter di mulai dijual sekitar Rp25 ribu dan sempat membuat pembeli rela mengantre.
Apa Itu Cheese Platter?
Cheese platter adalah sajian yang menjadikan keju sebagai bahan utama, kemudian dipadukan dengan berbagai makanan pendamping. Isinya bisa berupa beberapa jenis keju, crackers, roti, buah segar, buah kering, kacang-kacangan, selai, madu, hingga daging olahan.
Dalam satu platter biasanya digunakan beberapa jenis keju dengan karakter berbeda, misalnya keju lembut, keju keras, keju yang telah dimatangkan, hingga keju dengan cita rasa lebih kuat. Pendampingnya dipilih untuk menciptakan perpaduan rasa gurih, manis, asam, sekaligus tekstur lembut dan renyah. Konsep seperti ini juga menjadi daya tarik utama cheese board yang kini banyak ditemukan dalam berbagai acara dan tempat makan.
Foto cheese platter yang tengah viral memperlihatkan bagaimana satu kemasan dapat berisi keju, stroberi, anggur hijau, kacang almond, crackers, serta irisan daging. Kombinasi tersebut membuatnya bukan sekadar camilan, tetapi juga menjadi sajian yang menarik secara visual.
Berawal dari Tradisi Kuliner Eropa
Meski baru viral di Indonesia, konsep menyajikan keju bersama roti, buah, dan pendamping lainnya bukanlah hal baru. Cheese platter memiliki akar dari tradisi kuliner Eropa, ketika keju menjadi bagian dari hidangan yang disajikan saat berkumpul atau sebagai bagian dari jamuan makan.
RRI mencatat cheese platter pada awalnya banyak dijumpai di negara-negara Eropa sebagai sajian pembuka ketika keluarga atau kerabat berkumpul. Seiring waktu, konsep tersebut berkembang dan menyebar ke berbagai negara dengan penggunaan bahan serta gaya penyajian yang semakin beragam.
Cheese platter juga memiliki hubungan erat dengan perkembangan cheese course dan charcuterie. Namun, keduanya sebenarnya tidak sepenuhnya sama. Charcuterie secara tradisional merujuk pada produk daging yang diawetkan atau diolah, sedangkan cheese board lebih berfokus pada keju. Dalam perkembangannya, masyarakat modern kemudian menggabungkan keju, daging olahan, buah, kacang, crackers dan berbagai pelengkap dalam satu papan sajian.
Popularitas modernnya semakin terdorong oleh media sosial. Susunan makanan yang penuh warna dan dapat dibuat menyerupai karya seni membuat cheese platter sangat mudah difoto dan dibagikan. Fenomena tersebut turut menjadikan cheese board sebagai sajian yang identik dengan acara santai, pesta kecil, hingga camilan praktis.
Kaya Protein dan Kalsium
Dari sisi gizi, kandungan cheese platter sangat bergantung pada jenis dan jumlah bahan yang digunakan. Keju sebagai komponen utama merupakan sumber protein dan kalsium, tetapi juga dapat mengandung cukup banyak lemak dan natrium sehingga porsinya tetap perlu diperhatikan.
Sebagai gambaran, data USDA FoodData Central untuk jenis keju cheddar/American rendah natrium menunjukkan sekitar 22,2 gram protein dan 616 mg kalsium per 100 gram, dengan kandungan lemak sekitar 31,2 gram. Angka ini tentu dapat berbeda cukup jauh tergantung jenis keju, merek, serta proses pembuatannya.
Kalsium sendiri merupakan mineral penting untuk membantu mempertahankan kekuatan tulang dan gigi serta mendukung fungsi otot dan sistem saraf. National Institutes of Health menyebut susu, yoghurt, dan keju sebagai sumber kalsium alami yang baik.
Buah dan Kacang Menambah Nilai Gizi
Cheese platter menjadi lebih menarik secara gizi ketika dilengkapi buah dan kacang. Stroberi, misalnya, memberikan vitamin C dan serat. Data USDA menunjukkan satu cangkir stroberi iris sekitar 168 gram mengandung 53 kalori, 3 gram serat, dan 108 mg vitamin C.
Sementara itu, kacang seperti almond memberikan protein, lemak, dan sejumlah mineral. Kehadiran buah dan kacang juga membuat cheese platter tidak hanya didominasi makanan tinggi lemak dan garam, tetapi memiliki variasi kelompok pangan yang lebih beragam.
Crackers dan roti terutama berperan sebagai sumber karbohidrat. Jika memilih produk berbahan gandum utuh, kandungan seratnya dapat lebih baik dibandingkan crackers atau roti yang menggunakan tepung olahan.
Tetap Perhatikan Porsi
Di balik tampilannya yang menggoda, cheese platter sebaiknya tetap dinikmati dengan porsi yang wajar. Keju, daging olahan, crackers, saus, dan selai dapat membuat total kalori, lemak, gula, atau natrium meningkat, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
University of Maine Cooperative Extension menyarankan konsep snack board yang memasukkan beragam kelompok makanan sehingga sajian tidak hanya berisi daging dan keju. Buah, sayuran, kacang, serta pilihan makanan yang lebih bernutrisi dapat menjadi pendamping untuk membuat platter lebih seimbang.
Selain kandungan gizi, konsumen di Indonesia juga perlu memperhatikan kehalalan bahan. Jika cheese platter mengandung daging olahan, keju dengan bahan tambahan tertentu, saus, atau produk impor, sebaiknya periksa label dan sertifikasi halal sebelum membeli. LPHKHT PP Muhammadiyah juga mengingatkan bahwa titik kritis halal tidak hanya berada pada kejunya, tetapi dapat berasal dari seluruh bahan pendamping.
Dari Sajian Eropa Menjadi Camilan Viral
Popularitas cheese platter di Indonesia menunjukkan bagaimana makanan dengan konsep lama dapat kembali populer melalui kemasan dan tren baru. Perpaduan warna buah, tekstur keju, kerenyahan crackers, serta tambahan kacang dan daging membuatnya menarik untuk disantap sekaligus difoto.
Kini cheese platter tidak harus identik dengan sajian mahal. Munculnya versi ekonomis di supermarket membuat masyarakat bisa mencoba konsep ini dengan harga yang lebih terjangkau. Bahkan bahan lokal seperti buah-buahan Nusantara, keripik, kacang lokal, atau produk UMKM dapat digunakan untuk menciptakan cheese platter dengan cita rasa Indonesia. RRI juga menyoroti peluang penggunaan bahan lokal sebagai alternatif dalam membuat sajian kekinian ini.
Pada akhirnya, daya tarik cheese platter bukan hanya terletak pada kejunya. Variasi rasa, tekstur, warna, kemudahan penyajian, serta tampilannya yang fotogenik menjadi alasan mengapa sajian ini kembali mencuri perhatian dan menjadi salah satu kuliner viral di Indonesia pada 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....