Ramen, Semangkuk Mi Jepang yang Mendunia
- 22 Jul 2026 15:26 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Ramen menjadi salah satu kuliner Jepang yang memiliki penggemar di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Hidangan berupa mi yang disajikan dalam kuah gurih ini dikenal memiliki cita rasa yang kaya dengan beragam pilihan topping, mulai dari telur rebus setengah matang, rumput laut (nori), jamur, daun bawang, hingga irisan daging ayam atau sapi.
Di berbagai restoran, ramen disajikan dengan karakter kuah yang berbeda-beda. Ada yang berkuah ringan, ada pula yang kental dengan rasa gurih yang kuat. Perpaduan tekstur mi yang kenyal dengan kuah hangat menjadikan ramen sebagai pilihan makanan yang cocok dinikmati kapan saja, terutama saat cuaca dingin atau hujan.
Popularitas ramen terus meningkat seiring berkembangnya kuliner Jepang di Indonesia. Kini, masyarakat dapat menemukan berbagai varian ramen, mulai dari rasa autentik hingga kreasi yang disesuaikan dengan lidah lokal, termasuk pilihan tingkat kepedasan dan topping yang beragam.
Selain lezat, ramen juga dikenal sebagai makanan yang memberikan sensasi makan yang mengenyangkan. Semangkuk ramen biasanya terdiri atas karbohidrat dari mi, protein dari telur atau daging, serta tambahan sayuran yang membuat hidangan ini semakin lengkap.
Dilansir dari maff.go.jp,ada fakta menarik tentang Ramen:
1. Berasal dari Pengaruh Kuliner Tiongkok
Meski identik dengan Jepang, ramen dipercaya berasal dari mi yang dibawa oleh pedagang Tiongkok ke Jepang pada akhir abad ke-19. Seiring waktu, masyarakat Jepang mengembangkan resep dan teknik memasaknya hingga menjadi hidangan khas seperti sekarang.
2. Memiliki Banyak Jenis Kuah
Setiap daerah di Jepang memiliki ciri khas ramen yang berbeda. Beberapa jenis kuah yang paling populer antara lain:
- Shoyu (berbahan dasar kecap asin)
- Miso (menggunakan pasta kedelai fermentasi)
- Shio (kuah ringan berbahan garam)
- Tonkotsu (kuah kaldu tulang yang dimasak dalam waktu lama hingga kental)
3. Kaldu Menjadi Kunci Kelezatan
Rahasia utama kelezatan ramen terletak pada kaldunya. Beberapa restoran bahkan merebus tulang ayam atau sapi selama berjam-jam untuk menghasilkan rasa yang kaya dan mendalam.
4. Mi Dibuat dengan Tekstur Khusus
Mi ramen memiliki tekstur kenyal karena dibuat menggunakan bahan khusus berupa air alkali (kansui). Inilah yang membuat mi ramen berbeda dengan mi biasa.
5. Topping Sangat Beragam
Selain telur rebus setengah matang, topping ramen dapat berupa irisan daging, jamur kuping, jagung, rumput laut, daun bawang, rebung, hingga berbagai jenis sayuran sesuai kreasi masing-masing restoran.
6. Disarankan Dinikmati Selagi Panas
Ramen paling nikmat disantap saat masih hangat. Kuah yang panas menjaga aroma kaldu tetap terasa dan membuat tekstur mi tetap kenyal.
7. Cara Menikmati Ramen
Di Jepang, menyeruput mi ramen saat makan merupakan hal yang umum dilakukan. Selain membantu mendinginkan mi sebelum dimakan, cara ini dipercaya dapat membuat aroma dan cita rasa kuah lebih terasa.
Kuliner yang Terus Digemari
Perkembangan ramen di Indonesia menunjukkan bahwa kuliner lintas budaya semakin diterima oleh masyarakat. Banyak restoran menghadirkan variasi ramen halal, pilihan kuah pedas, hingga topping yang disesuaikan dengan selera lokal tanpa menghilangkan ciri khas hidangan Jepang.
Dengan cita rasa yang kaya, kuah yang hangat, serta variasi penyajian yang beragam, ramen bukan hanya menjadi makanan pengganjal lapar, tetapi juga pengalaman kuliner yang memadukan tradisi, inovasi, dan kelezatan dalam semangkuk mi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....