Dari Hama Jadi Hidangan: Negara-Negara Ini Justru Lahap Makan Ikan Sapu-Sapu!

  • 25 Apr 2026 08:37 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Siapa sangka, ikan yang sering dianggap pengganggu di sungai dan danau justru menjadi santapan lezat di beberapa negara? Ikan sapu-sapu—yang dikenal dengan nama ilmiah Hypostomus plecostomus—kerap dipandang sebelah mata di Indonesia karena bentuknya yang “aneh” dan habitatnya yang kotor. Namun di belahan dunia lain, ikan ini justru naik kelas menjadi bahan makanan bernilai.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana perbedaan budaya dan kebutuhan dapat mengubah persepsi terhadap suatu bahan pangan. Di negara-negara tertentu, ikan sapu-sapu bukan hanya dikonsumsi, tetapi juga diolah menjadi hidangan khas yang menggugah selera.

Salah satu negara yang cukup dikenal mengonsumsi ikan sapu-sapu adalah Brasil. Di sana, ikan ini hidup di sungai-sungai besar seperti Amazon dan dimanfaatkan oleh masyarakat lokal sebagai sumber protein. Dagingnya yang cukup padat dan tidak mudah hancur membuatnya cocok untuk diolah menjadi sup atau dibakar. Bahkan, beberapa daerah di Brasil memiliki resep tradisional yang mengolah ikan ini dengan bumbu rempah khas Amerika Selatan.

Selain Brasil, Meksiko juga termasuk negara yang mulai memanfaatkan ikan sapu-sapu sebagai bahan makanan. Awalnya, ikan ini dianggap sebagai spesies invasif yang merusak ekosistem lokal. Namun, pemerintah setempat bersama masyarakat berinisiatif mengolahnya menjadi berbagai menu seperti fillet goreng hingga campuran taco. Upaya ini tidak hanya mengurangi populasi ikan tersebut, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.

Di beberapa wilayah Amerika Serikat bagian selatan, terutama daerah yang memiliki perairan hangat, ikan sapu-sapu juga mulai dilirik sebagai alternatif sumber protein. Meski belum populer secara luas, sejumlah komunitas nelayan mencoba mengolahnya menjadi makanan olahan seperti nugget ikan atau ikan asap.

Menariknya, tren konsumsi ikan sapu-sapu juga mulai diperhatikan oleh para ahli lingkungan. Mereka melihat potensi besar dalam menjadikan ikan ini sebagai solusi atas masalah spesies invasif. Dengan meningkatnya permintaan sebagai bahan makanan, populasi ikan sapu-sapu dapat lebih terkendali tanpa merusak ekosistem.

Meski demikian, tidak semua orang langsung tertarik untuk mengonsumsinya. Tekstur kulit yang keras dan tampilan yang kurang menggoda menjadi tantangan tersendiri. Namun, dengan teknik pengolahan yang tepat, daging ikan sapu-sapu bisa menjadi hidangan yang lezat dan bergizi.

Dari yang awalnya dianggap hama, kini ikan sapu-sapu perlahan menemukan tempat di meja makan dunia. Mungkin pertanyaannya sekarang bukan lagi “apakah ikan ini layak dimakan?”, melainkan “kapan kita berani mencobanya?”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....