Sate Beras Khas Lombok Sajian Sederhana Rasa Istimewa

  • 31 Mar 2026 09:09 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Sate beras Lombok terbuat dari nasi bercampur kelapa dan santan, dipadatkan lalu ditusuk. Disajikan dengan sambal pelalah pedas khas, menjadi jajanan tradisional sederhana, gurih, dan mengenyangkan khas masyarakat lokal.

RRI.CO.ID, Mataram - Sate beras merupakan salah satu kuliner khas Lombok yang dikenal dengan bentuk dan penyajiannya yang sederhana namun unik. Hidangan ini menggunakan nasi atau beras yang dipadatkan, kemudian dipotong kecil dan ditusuk seperti sate. Biasanya disajikan bersama kerupuk dan sambal khas, menjadikannya jajanan rakyat yang mudah ditemui di berbagai sudut Lombok.

Keunikan sate beras tidak hanya pada bentuknya, tetapi juga pada bahan campurannya. Selain beras, masyarakat lokal umumnya menambahkan parutan kelapa, sedikit garam, dan terkadang santan untuk menghasilkan tekstur yang lebih padat sekaligus cita rasa gurih alami. Perpaduan bahan sederhana ini mencerminkan kearifan lokal dalam mengolah bahan pangan sehari-hari menjadi sajian yang lezat.

Berbeda dari sate pada umumnya, sate beras disajikan tanpa saus kacang, melainkan menggunakan bumbu khas Lombok yang menyerupai pelalah. Sambal ini terbuat dari cabai, bawang, terasi, dan rempah lain serta santan yang menghasilkan rasa pedas, gurih, dan segar. Kombinasi antara tekstur nasi yang lembut dan sambal yang kuat menjadi daya tarik utama kuliner ini.

Dalam proses pembuatannya, campuran beras dan bahan tambahan dimasak hingga matang, lalu dipadatkan agar mudah dipotong dan ditusuk. Cara ini membuat sate beras tidak mudah hancur saat disajikan. Selain praktis, hidangan ini juga cukup mengenyangkan sehingga sering dijadikan camilan sekaligus pengganjal lapar oleh masyarakat.

Sate beras berkembang sebagai bagian dari kuliner rakyat yang memiliki nilai ekonomi dan budaya. Banyak pelaku usaha kecil menjualnya di pasar tradisional maupun secara keliling. Keberadaannya menunjukkan bahwa makanan sederhana tetap memiliki daya tarik kuat, sekaligus menjadi identitas kuliner lokal yang patut dilestarikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....