Bulayak, Kuliner Khas Suku Sasak Jadi Primadona Lebaran di Pringgasela

  • 28 Mar 2026 12:55 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Bulayak, makanan tradisional khas Suku Sasak, masih menjadi hidangan utama masyarakat Pringgasela, Lombok Timur, dalam merayakan hari-hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, Idul Adha, hingga Lebaran Topat. Tradisi ini telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya masyarakat setempat.

Berbeda dengan daerah lain yang umumnya menyajikan ketupat, warga Pringgasela justru memilih Bulayak sebagai sajian khas saat Lebaran. Makanan ini berbahan dasar beras yang dibungkus menggunakan daun aren muda, kemudian dimasak hingga menyerupai lontong. Penggunaan daun aren inilah yang menjadi ciri khas Bulayak dan membedakannya dari ketupat yang biasanya menggunakan daun kelapa atau pisang.

Salah seorang warga, Erni Kusmawati, mengungkapkan bahwa tradisi membuat Bulayak terus diwariskan dari generasi ke generasi. Bahkan, suasana kebersamaan sudah terasa sejak sehari sebelum hari besar, ketika warga mulai menyalakan tungku untuk memasak Bulayak.

“Biasanya sehari sebelum Lebaran, semua warga sudah mulai memasak. Ini sudah jadi kebiasaan turun-temurun,” ujarnya, Sabtu, 28 Maret 2026.

Namun, menurut Erni, saat ini bahan utama berupa daun aren mulai sulit didapatkan. Hal ini disebabkan tingginya permintaan dari masyarakat yang secara bersamaan menyiapkan Bulayak dalam jumlah besar.

“Sekarang makin susah cari daun aren, karena banyak warga yang membutuhkan. Apalagi setiap Lebaran, kita bisa menyiapkan sampai ratusan Bulayak,” jelasnya.

Bulayak tidak hanya disajikan untuk keluarga, tetapi juga untuk menjamu tamu, termasuk kerabat yang datang dari luar daerah. Bahkan, makanan ini kerap dijadikan oleh-oleh khas yang dibawa pulang dan dibagikan kepada tetangga.

Keberadaan Bulayak hingga kini tetap menjadi pilihan utama masyarakat sebagai simbol kuliner khas dalam perayaan Lebaran. Tradisi ini sekaligus mencerminkan kekayaan budaya lokal yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Pringgasela di tengah perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....