Setelah Eropa, Nutsafir Rambah Pasar Malaysia Lewat E-Commerce
- 24 Jan 2026 15:26 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Produsen kue kering asal Lombok, Nutsafir Cookies, mulai menembus pasar internasional melalui platform e-commerce. Setelah memanfaatkan Program Ekspor Shopee dan Shopee FLEXI, produk berbasis biji-bijian ini kini telah dipasarkan ke Malaysia dan mulai mendapat pesanan dari Negeri Jiran.
Owner Nutsafir, Sayuk Wibawati, mengatakan langkah ekspor melalui e-commerce dilakukan sejak awal 2025. “Baru sekitar tiga bulan kami aktif di fitur ekspor Shopee. Alhamdulillah, sudah ada beberapa kali pesanan dari Malaysia,” ujar Sayuk di Mataram, Sabtu, 24 Januari 2026.

Owner Nutsafir, Sayuk Wibawati, saat ditemui di tokonya. Foto: RRI/Halwi
Menurutnya, pesanan dari Malaysia bervariasi, mulai dari satu hingga puluhan kotak dalam satu kali transaksi. Meski belum banyak ulasan tertulis, konsumen memberikan respons positif melalui pesan langsung, terutama terkait keamanan kemasan produk.
Nutsafir sendiri berdiri sejak 11 September 2012. Awalnya, usaha ini lahir dari keinginan membuat camilan sehat untuk anak-anak.
Seiring waktu, konsep tersebut berkembang dengan mengusung tema wisata budaya dan pemanfaatan hasil pertanian lokal.
“Target pasar kami bukan hanya anak-anak, tapi semua usia. Kami tidak menggunakan bahan pengawet, pewarna, maupun pemanis buatan,” kata Sayuk.
Produk Nutsafir juga telah mengantongi sertifikat keamanan pangan satu bintang dari Balai POM.
Saat ini Nutsafir memiliki 10 varian kue kering berbahan biji-bijian, antara lain kacang hijau, kacang merah, mete, kopi, jagung, melinjo, lebui, almond, kelapa, hingga kacang tanah. Seluruh produk diklaim mampu bertahan hingga 16 bulan tanpa pengawet berkat proses produksi higienis dan pemilihan bahan baku berkualitas.
Selain pasar Malaysia, Nutsafir juga telah lebih dulu menembus pasar Australia dan Selandia Baru melalui kerja sama dengan agregator dan toko ritel Asia. Produk Nutsafir dipasarkan di sejumlah toko Asia di Adelaide serta beberapa kota di Selandia Baru. Untuk pasar Australia, Nutsafir menyesuaikan informasi nutrition facts sesuai regulasi setempat.
Dari sisi kinerja usaha, Sayuk menyebutkan sejak 2023 Nutsafir mencatat omzet rata-rata sekitar Rp200 juta per bulan, dengan margin keuntungan bersih sekitar 20 persen. Menjelang Lebaran, omzet biasanya meningkat hingga dua kali lipat.
Di balik ekspansi bisnisnya, Nutsafir juga mengusung misi pemberdayaan perempuan. Seluruh tenaga kerja di usaha ini merupakan perempuan, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan pendidikan formal.
“Kami ingin memberi ruang bagi perempuan agar tetap bisa bekerja dan menopang ekonomi keluarga,” ujarnya.
Sayuk menilai pemanfaatan digital marketing dan e-commerce menjadi kunci keberlangsungan usaha, terutama sejak pandemi Covid-19. “Ketika kami mulai mengelola toko online secara serius, penjualan daring meningkat hingga 600 persen,” kata dia.
Ke depan, Nutsafir berencana terus memperluas pasar ekspor dengan mengoptimalkan fitur e-commerce lintas negara dan kolaborasi dengan afiliator digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....