Gotong Royong, Napas Utama Tradisi Merangkat
- 31 Des 2025 20:46 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Tradisi merangkat tidak pernah dilakukan sendirian. Sejak awal, prosesi ini melibatkan banyak orang, mulai dari keluarga inti hingga masyarakat sekitar. Gotong royong menjadi napas utama yang menghidupkan tradisi ini.
Pak Sahwaas menegaskan bahwa tanpa kebersamaan, adat tidak akan berjalan. “Kalau tidak bersama-sama, adat itu tidak bisa hidup. Adat itu milik semua, bukan milik satu keluarga,” jelasnya.
Dalam praktiknya, warga sekitar sudah tahu perannya masing-masing. Ada yang menyiapkan ayam, ada yang membantu memasak, ada pula yang sekadar datang untuk menemani dan memberi dukungan moral.
Pak Usman melihat nilai gotong royong ini sebagai kekuatan sosial desa. “Inilah yang bikin masyarakat Bon Jeruk tetap solid. Kalau ada acara adat, semua bergerak tanpa disuruh,” katanya.
Gotong royong ini tidak diatur secara tertulis, tetapi tumbuh dari kebiasaan dan rasa saling memiliki. Tidak ada hitung-hitungan untung rugi.
Semua yang terlibat melakukannya dengan ikhlas, karena mereka sadar bahwa suatu hari mereka juga akan berada di posisi yang sama.
Tradisi merangkat akhirnya menjadi ruang memperkuat hubungan sosial, bukan hanya prosesi adat semata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....