Papeda dan Budaya Sagu dari Timur Indonesia
- 31 Des 2025 08:28 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Saat berbicara tentang makanan pokok, kebanyakan orang akan berpikir tentang nasi. Berbeda halnya dengan di Timur Indonesia, di Maluku dan Papua, masyarakatnya sudah sejak lama menggunaan sagu sebagai sumber pangan utama. Salah satu olahannya yang paling terkenal adalah papeda.
Papeda memiliki tekstur yang kenyal dan lengket, warnanya putih bening dan biasanya dimakan bersama ikan kuah kuning atau ikan bakar. Rasanya memang cenderung netral, tapi disitulah letak keunikannya karena menyatu dengan kuah dan lauk pendampingnya.
Bagi masyarakat Timur Indonesia, yang dikutip dari laman Intagram RRI Official, papeda bukanlah sekedar makanan karena sagu sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sejak ratusan tahun lalu. Pohon sagu bisa tumbuh di tanah basah, tidak tergantung musim, dan satu batangnya bisa mencukupi banyak orang.
Proses mengolah sagu juga tidak instan, mulai dari menebang pohonnya, mengambil pati, sampai diolah menjadi papeda, semuanya diolah bersama-sama. Selain soal makanan, ada nilai kebersamaan dan gotong royong di dalamnya. Cara memakan papeda pun sangatlah unik, papeda tidak dikunyah seperti nasi namun biasanya kan diputar dengan sumpit atau garpu kayu, kemudian langsung diseruput bersama kuah ikan yang panas.
Pada masa lalu papeda sering dijadikan bekal saat hendak berburu atau bepergian jauh karena mengenyangkan dan mudah dibawa. Hal ini menunjukkan kalau sejak dahulu masyarakat kita sudah menyesuaikan pola makannya dengan alam sekitar.
Saat ini, papeda sudah mulai jarang ditemui di beberapa tempat karena orang makin terbiasa memakan nasi dan makanan instan. Padahal sagu Adalah pangan lokal yang ramah lingkungan dan menjadi identitas penting masyarakat Timur Indonesia. Jadi mengenal papeda bukan cuma sekedar kuliner, tetapi juga tentang cara hidup dan budaya yang diwariskan turun temurun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....