Tempe Mendoan Camilan Tradisional Gurih Khas Banyumas
- 30 Des 2025 10:47 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Tempe mendoan merupakan kuliner khas Banyumas, Jawa Tengah, yang telah dikenal luas dan menjadi identitas daerah tersebut. Dilansir dari budaya-indonesia.org, istilah “mendoan” berasal dari bahasa Banyumasan, yaitu mendo yang berarti setengah matang. Cara pengolahan ini membuat tempe hanya digoreng sebentar sehingga teksturnya lembut, basah, dan berbeda dari tempe goreng pada umumnya yang kering dan renyah.
Bahan utama tempe mendoan adalah tempe kedelai yang diiris tipis memanjang. Tempe tersebut kemudian dicelupkan ke dalam adonan tepung terigu yang diberi bumbu sederhana seperti bawang putih, ketumbar, garam, dan irisan daun bawang. Proses penggorengan dilakukan dalam minyak panas dengan waktu singkat untuk menjaga cita rasa asli tempe tetap terasa.
Menurut hellosehat.com, dari segi kandungan gizi, tempe mendoan tetap menyimpan manfaat tempe sebagai sumber protein nabati. Tempe mengandung asam amino esensial, serat, vitamin B kompleks, serta mineral yang dibutuhkan tubuh. Proses fermentasi kedelai juga menghasilkan senyawa isoflavon yang dikenal baik untuk kesehatan jantung dan metabolisme tubuh.
Keunikan tempe mendoan terletak pada cara penyajiannya yang biasanya disajikan hangat dan langsung disantap setelah digoreng. Mendoan umumnya dinikmati bersama sambal kecap, cabai rawit segar, atau sambal bawang. Teksturnya yang lembut membuat tempe mendoan sering dijadikan camilan sore hari maupun pelengkap menu makan utama.
Seiring perkembangan kuliner, tempe mendoan kini tidak hanya ditemukan di wilayah Banyumas, tetapi juga populer di berbagai kota besar di Indonesia. Banyak rumah makan, warung tradisional, hingga kafe modern yang menyajikan tempe mendoan sebagai menu favorit. Keberadaannya membuktikan bahwa kuliner sederhana berbahan lokal mampu bertahan dan digemari lintas generasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....