Menikmati Pagi di Tawangmangu lewat Seporsi Pecel Hangat
- 30 Des 2025 08:33 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Bagi masyarakat Karanganyar dan Solo, pecel Tawangmangu bukan sekadar kuliner, melainkan bagian dari ritual pagi yang sarat makna. Menikmati seporsi pecel hangat di kawasan Tawangmangu, sembari menghirup udara pegunungan yang sejuk dan memandang gagahnya Gunung Lawu, menjadi pengalaman yang mengikat rasa, suasana, dan kenangan.
Berbeda dengan pecel pada umumnya, pecel Tawangmangu memiliki ciri khas pada bumbu kacangnya yang lebih encer, gurih, dan ringan, sehingga nyaman disantap pada pagi hari. Aneka sayuran rebus seperti bayam, kacang panjang, tauge, dan daun kenikir disiram sambal kacang hangat, lalu disempurnakan dengan rempeyek atau tempe goreng. Tak jarang, sepiring pecel ini dinikmati bersama nasi hangat atau sego tiwul, khas wilayah lereng gunung.

Selain cita rasanya, waktu menikmati pecel Tawangmangu juga memiliki peran penting. Pagi hari dipilih karena suhu Tawangmangu yang relatif dingin, terutama di ketinggian kaki Gunung Lawu. Dalam kondisi ini, makanan hangat berempah ringan dipercaya membantu mengembalikan energi sebelum memulai aktivitas. Oleh karena itu, pecel kerap menjadi menu sarapan favorit warga lokal maupun wisatawan.
Lebih jauh, keberadaan pecel Tawangmangu turut memperkaya kuliner tradisional Jawa Tengah. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia serta Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah kerap menekankan pentingnya kuliner lokal sebagai bagian dari daya tarik wisata berbasis budaya. Sejalan dengan itu, berbagai kanal YouTube pariwisata dan kuliner tradisional Indonesia juga menyoroti pecel Tawangmangu sebagai ikon kuliner pagi di Karanganyar.
Dengan demikian, pecel Tawangmangu bukan hanya soal rasa, melainkan tentang menikmati harmoni alam, budaya, dan kearifan lokal dalam satu suapan sederhana. (RRI/Irene Dyah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....