Timlo, Sajian Hangat dari Kota Solo
- 29 Des 2025 14:19 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Di antara ragam kuliner Nusantara yang sarat makna, Timlo menempati posisi istimewa sebagai salah satu ikon kuliner khas Kota Solo. Hidangan berkuah bening ini tidak hanya menawarkan kelezatan rasa, tetapi juga merepresentasikan kesederhanaan dan filosofi hidup masyarakat Jawa yang menjunjung keseimbangan.
Secara historis, Timlo dikenal sebagai hasil adaptasi budaya kuliner Tionghoa dan Jawa. Hal ini tercermin dari penggunaan isian seperti telur pindang, sosis solo, ati ampela, serta suwiran ayam, yang kemudian dipadukan dengan kuah kaldu ringan namun kaya rasa. Menariknya, kuah Timlo tidak menggunakan santan, sehingga menghasilkan sensasi hangat dan bersih di lidah. Oleh karena itu, hidangan ini kerap dijadikan menu pilihan untuk sarapan maupun santapan malam.
Lebih dari sekadar makanan, Timlo memiliki nilai kultural yang kuat. Berdasarkan informasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kuliner tradisional seperti Timlo berperan penting dalam memperkuat identitas daerah sekaligus mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya. Sejalan dengan itu, pelestarian kuliner lokal dinilai mampu menjaga kesinambungan warisan leluhur di tengah arus modernisasi.
Sementara itu, kanal YouTube Indonesia Kaya juga menyoroti Timlo sebagai kuliner yang tetap bertahan lintas generasi karena cita rasanya yang relevan dengan selera masa kini, tanpa kehilangan keasliannya. Inilah yang menjadikan Timlo bukan sekadar nostalgia, melainkan juga simbol adaptasi budaya.
Dengan demikian, menikmati Timlo Solo sejatinya adalah menyelami cerita tentang tradisi, identitas, dan rasa. Sebuah pengalaman kuliner yang hangat, sederhana, namun sarat makna, sebagaimana karakter Kota Solo itu sendiri. (RRI/Irene Dyah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....