Pangaha Bunga, Camilan Khas Bima Favorit Keluarga Lokal
- 18 Des 2025 10:51 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Pangaha Bunga merupakan kue tradisional khas Bima yang hingga kini tetap menjadi camilan favorit masyarakat. Bentuknya sederhana menyerupai bunga, dengan tekstur renyah dan aroma gurih yang khas, menjadikannya teman setia saat bersantai.
“Bahan utamanya dari tepung beras ketan, dan proses pembuatannya tanpa bahan kimia maupun pengawet. Jadi Pangaha Bunga bisa disimpan cukup lama,” ujar Ibu Mari'e, Rabu (17/12/2025), sembari menyuguhkan Pangaha Bunga bersama secangkir kopi.
Kelezatan Pangaha Bunga terletak pada kerenyahannya. Saat digigit, kue ini menghadirkan sensasi kriuk yang berpadu dengan rasa gurih, semakin nikmat disantap bersama kopi atau teh hangat. Tak heran, jajanan ini kerap hadir dalam berbagai acara adat dan perayaan penting, seperti pernikahan hingga hajatan keluarga.
Smpn5.bimakota.sch.id mengungkapkan, Dari sisi sejarah, Pangaha Bunga diyakini mendapat pengaruh budaya Melayu, terlihat dari motif bunganya. Kue ini awalnya berkembang di Kampo Melayu, kawasan tempat bermukim para guru ngaji asal Melayu. Pada masa lampau, Pangaha Bunga hanya disajikan saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang di Bima dikenal sebagai tradisi Hanta Ua Pua. Tradisi ini telah berlangsung sejak abad ke-17, pada masa pemerintahan Sultan Abdul Khair Sirajuddin.
Kini, Pangaha Bunga mudah dijumpai di pasar-pasar tradisional Bima dengan harga terjangkau, sekitar Rp10.000 per bungkus. Inovasi pun terus berkembang, salah satunya dengan penambahan bahan umbi-umbian seperti ubi ungu untuk menghadirkan variasi warna dan rasa.
Proses pembuatannya relatif sederhana. Tepung beras ketan dicampur mentega, gula, air, dan garam secukupnya hingga adonan kalis. Adonan kemudian dicetak menyerupai bunga dan digoreng hingga berwarna keemasan. Jika disimpan di tempat sejuk, Pangaha Bunga dapat bertahan lebih dari satu bulan.
Sebagai jajanan khas Bima atau Mbojo, Pangaha Bunga bukan hanya sekadar camilan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya yang terus lestari dari generasi ke generasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....