Pecel Lontong Khas Lombok yang Pedas

  • 19 Nov 2025 08:26 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Pecel Lontong khas Lombok adalah salah satu makanan yang sering jadi favorit karena rasanya lengkap: pedas, gurih, dan punya aroma terasi yang khas. Makanan ini mirip pecel pada umumnya, tapi bumbunya lebih nendang dan punya ciri khas seperti sambal plecing. Biasanya pecel ini disajikan dengan lontong, sayur rebus, dan sambal kacang yang kental. Buat anak kos atau anak SMK, makanan ini cocok banget karena bikin kenyang dan cara buatnya juga nggak ribet.

Untuk bahan utamanya, kita butuh tiga bagian: lontong, sayur, dan sambal pecelnya. Lontong dibuat dari beras yang dibungkus daun pisang biar aromanya wangi. Sayurnya simpel saja, cukup kangkung dan tauge kalau suka. Yang paling penting adalah sambal pecelnya, karena di Lombok sambal kacangnya dibuat lebih pedas dengan banyak cabai rawit dan tambahan terasi bakar. Jeruk limau juga dipakai biar aromanya segar dan khas.

Proses membuat lontong sebenarnya cuma butuh kesabaran. Beras yang sudah dicuci dibungkus daun pisang, digulung padat, lalu direbus selama 2–3 jam sampai benar-benar matang dan padat. Setelah matang, lontong harus didinginkan dulu supaya gampang dipotong. Untuk sayurnya, cukup rebus sebentar saja supaya warnanya tetap hijau dan tidak lembek, jadi penampilannya tetap menggugah selera.

Bagian yang paling seru tentu saja bikin sambal pecelnya. Kacang tanah digoreng lalu diulek bersama bawang putih, bawang merah, cabai, garam, gula, dan terasi. Setelah halus, tinggal tambahkan air hangat sampai kentalnya sesuai selera. Perasan jeruk limau di bagian akhir bikin sambalnya harum dan segar seperti pecel khas Lombok yang sering dijual ibu-ibu di warung.

Setelah semua siap, pecel lontong tinggal disusun. Lontong dipotong-potong, ditaruh sayur kangkung dan tauge di atasnya, lalu disiram sambal pecel pedas. Kalau mau lebih lengkap, bisa ditambah kerupuk, tempe goreng, tahu goreng, atau sambal plecing biar lebih pedas lagi. Rasanya mantap, murah, dan praktis—cocok banget buat anak SMK yang suka masak sendiri atau ingin jualan kecil-kecilan di sekolah.

Penulis: M. Dani Indrawan, siswa SMKN 2 Kuripan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....