Keripik Ubi Ungu : Camilan Renyah Kaya Antioksidan
- 06 Nov 2025 14:30 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Keripik ubi ungu semakin banyak ditemukan di pasaran sebagai camilan renyah dengan rasa manis alami. Namun sebelum menjadi keripik, umbi ungu itu sendiri dikenal sebagai sumber pangan bernutrisi tinggi. Kementerian Pertanian RI melalui publikasi “Potensi Ubijalar Ungu sebagai Pangan Fungsional” menjelaskan bahwa warna ungu pada umbi berasal dari pigmen antosianin, yakni antioksidan kuat yang secara alami berperan melindungi sel tubuh dari radikal bebas. Pigmen inilah yang membuat ubi ungu sering disandingkan dengan buah kaya antioksidan seperti anggur atau blueberry.
Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang dalam jurnal “Potensi Ubi Jalar Ungu: Analisis Kandungan Antosianin” menyebutkan bahwa ubi ungu memiliki aktivitas antiinflamasi, antibakteri, serta potensi menjaga kesehatan jantung. Kandungan vitamin C, serat, dan mineralnya turut mendukung metabolisme tubuh serta membantu sistem pencernaan bekerja lebih baik. Karena itu, sebelum menjadi camilan, umbi ungu sudah memiliki reputasi baik sebagai pangan fungsional.
Proses pengolahan ubi ungu menjadi keripik membuatnya semakin mudah dikonsumsi oleh berbagai kalangan. Keripik ubi ungu tetap mempertahankan sebagian nutrisi dasarnya, terutama serat dan pigmen antosianin. Rasa manis alami dari umbinya juga membuat produk ini tidak membutuhkan tambahan gula yang berlebihan. Hal inilah yang membuat keripik ubi ungu sering dianggap sebagai alternatif camilan yang lebih baik dibandingkan keripik berbahan tepung.
Meski begitu, pada laman RumahMesin, setiap olahan makanan memiliki batas konsumsi wajar, termasuk keripik ubi ungu. Pengolahan dengan cara digoreng tetap meningkatkan kadar minyak dan kalori. Jika dimakan berlebihan, risikonya bisa berupa penumpukan lemak, gangguan pencernaan, atau peningkatan berat badan, terutama jika keripik ditambahkan pemanis, bumbu rasa, atau pewarna tambahan. Disarankan memilih keripik yang diolah dengan teknik lebih sehat seperti oven atau air fryer, serta mengonsumsinya dalam porsi terukur agar manfaatnya tetap terasa tanpa menimbulkan efek samping.
Dengan kandungan gizi dan antioksidannya, keripik ubi ungu membuktikan bahwa camilan lokal dapat tetap menyehatkan selama diolah dan dikonsumsi secara bijak. Memilih produk berkualitas, membatasi porsi, serta menyeimbangkannya dengan pola makan harian yang sehat akan membuat manfaatnya tetap terasa tanpa menimbulkan risiko. Pada akhirnya, keripik ubi ungu bukan sekadar makanan ringan, tetapi contoh bagaimana pangan tradisional dapat diolah menjadi camilan modern yang lezat, praktis, dan tetap membawa kebaikan bagi tubuh. (RRI/Aldi W.)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....