Jagung Ketan Putih, Camilan Alternatif Bikin Nagih
- 01 Jul 2025 00:33 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Jagung ketan putih memang bukan sembarang jagung. Dengan warna putih bersih dan tekstur yang lengket menyerupai beras ketan, jenis jagung ini menawarkan cita rasa manis alami yang khas dan memikat. Setiap gigitan menghadirkan sensasi kenyal, lembut, dan gurih apalagi saat disajikan dengan kelapa parut dan taburan sedikit garam.
Sebagai pangan lokal, jagung ketan putih memiliki tempat tersendiri dalam kuliner tradisional Indonesia. Di beberapa wilayah seperti Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan sebagian besar kawasan pedesaan Jawa, jagung ini biasa diolah menjadi bubur, wajik jagung, dodol, hingga camilan kukus yang sederhana tapi menggugah selera.
Menurut Ir. Made Arka, peneliti pangan dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, jagung ketan putih mengandung amilopektin tinggi, yaitu jenis pati yang membuat teksturnya lebih lengket dibanding jagung biasa.
“Inilah yang membuatnya cocok diolah menjadi makanan tradisional yang membutuhkan kekenyalan khas seperti ketan,” ungkapnya.
Namun kelezatan jagung ketan putih berbanding terbalik dengan ketersediaannya di pasar. Di Kota Mataram misalnya, harga jagung ketan putih di pasar-pasar tradisional jauh lebih mahal dibanding jagung manis. Hal ini disebabkan oleh produksi yang menurun, karena petani cenderung lebih memilih menanam jagung manis yang masa tanamnya lebih singkat dan hasilnya lebih cepat dipanen.
"Jagung ketan butuh perawatan lebih dan waktu lebih lama, sementara hasil panennya tidak sebanyak jagung manis. Maka tak heran banyak petani beralih," ujar seorang pedagang pasar Karang Jasi, Mataram.
Padahal secara gizi, jagung ketan putih tak kalah unggul. Kaya akan serat, fosfor, dan magnesium, jagung ini bisa menjadi alternatif pangan sehat yang mengenyangkan. Dalam konteks kedaulatan pangan lokal, jagung ini menyimpan potensi besar untuk dikembangkan kembali.
Kini sejumlah pelaku UMKM dan komunitas pangan lokal mulai berupaya melestarikan keberadaan jagung ketan putih melalui festival kuliner, pelatihan tanam organik, hingga memproduksi olahan kemasan siap konsumsi. Semua itu demi menjaga warisan rasa yang hampir terlupakan.
Karena pada dasarnya, jagung ketan putih bukan hanya soal makanan. Ia adalah bagian dari memori kolektif, dari rasa yang pernah akrab di masa kecil, dan dari kearifan lokal yang patut terus dijaga. Lezat, sehat, dan bikin nagih itulah jagung ketan putih. (Diza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....