Ini Asal Usul Sate, Makanan Populer Indonesia yang Mendunia
- 09 Feb 2025 11:20 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram : Mengapa disebut sate, kenapa gak dikasih nama daging tusuk?’ itulah komentar salah satu penonton saat live facebook Pro 1 RRI Mataram, Minggu (9/2/2025). Sate, ternyata memiliki asal-usul yang menarik, berasal dari Ponorogo, Jawa Timur.
Dalam petikan di buku Encyclopaedia of Chinese and Oriental Cookery: "Meskipun Thailand dan Malaysia menganggap hidangan ini adalah milik mereka, tanah air sate yang sesungguhnya di Asia Tenggara adalah Jawa, Indonesia".
Dari Wikipedia, kata "sate" berasal dari bahasa Jawa dialek Ponoragan, yaitu "Sak Biting" (dibaca Sak Beteng), yang berarti satu tusuk. Di Madura, pelafalan kata ini menjadi "Sati". Pertama kali dikenalkan oleh Batoro Katong, Bupati Ponorogo pertama, pada abad ke-15 setelah penaklukan Ponorogo. Pada masa itu, sate dikenal sebagai makanan yang dinikmati oleh para warok, yang menjadi simbol budaya dan kekuatan fisik masyarakat Ponorogo. Jadi, usia sate diperkirakan jauh lebih tua.
Ciri khas sate Ponorogo hingga saat ini adalah potongan dagingnya yang dipotong memanjang dan ditusuk menggunakan lidi, tetap mempertahankan cara primitif pembuatan yang digunakan sejak awal. Berbeda dengan jenis sate lain, yang menggunakan tusuk bambu dan potongan daging yang lebih kecil.
Sate adalah makanan khas Indonesia yang diperkirakan muncul pada abad ke-19, terinspirasi oleh kebab yang dibawa oleh pedagang India ke Nusantara. Namun, orang Indonesia mengembangkan sate dengan cara yang lebih sesuai dengan selera lokal.
Seiring waktu, sate menyebar ke seluruh Nusantara dan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Di setiap daerah, sate mengalami modifikasi yang menghasilkan beragam varian, baik dari bahan utama daging, bumbu rendaman, hingga saus pendampingnya. Salah satu contoh adalah sate Madura, yang memiliki bumbu kacang khas dan umumnya menggunakan ayam sebagai bahan utama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....