Sri Mulyani: Pemanasan Global Ancam PDB Indonesia hingga 10% pada 2025
- 06 Sep 2024 18:04 WIB
- Mataram
KBRN, Bima: Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani Indrawati memperingatkan bahwa dampak perubahan iklim bisa sangat merusak perekonomian global, termasuk Indonesia. Jika tidak diatasi dengan benar, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dapat mengalami penurunan hingga 10% pada 2025.
"Penurunan 10% PDB ini merupakan ancaman besar yang akan mempengaruhi perekonomian, pengentasan kemiskinan, dan penciptaan lapangan kerja, terutama bagi generasi muda," ujar Sri Mulyani dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (6/9/2024).
Hal ini disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Standard Chartered’s Decarbonisation Opportunities in ASEAN, di Jakarta.
Data terbaru dari World Meteorological Organization menunjukkan bahwa tahun 2023 mencatatkan suhu terhangat dalam sejarah. Terjadi peningkatan suhu global mencapai 1,45 derajat Celsius dibandingkan era pra-industri.
Sri Mulyani menjelaskan, peningkatan suhu global memicu bencana alam yang lebih sering terjadi, merusak infrastruktur, dan mengakibatkan ketidakstabilan sosial-politik. Masyarakat miskin dan rentan akan menjadi yang paling terdampak oleh krisis ini.
"Penanganan perubahan iklim membutuhkan biaya besar, sehingga sektor swasta harus berperan aktif bersama pemerintah," tambahnya.
Menurut Sri Mulyani, Indonesia membutuhkan dana sebesar USD 281 miliar (lebih dari Rp4.000 triliun) untuk memenuhi komitmen transisi energi dan pengurangan emisi karbon, yang tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa sektor swasta, lembaga filantropi, lembaga keuangan multilateral, dan komunitas internasional memiliki peran penting dalam mengatasi perubahan iklim.
"Peran mereka bukan hanya penting, tetapi menjadi keharusan untuk mencapai target penanggulangan perubahan iklim secara efektif," tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....