Vaksin HPV: Mencegah Kanker Serviks Sejak Dini

  • 07 Sep 2023 15:38 WIB
  •  Mataram

KBRN, Lombok Barat: Kanker serviks adalah salah satu penyakit yang paling mematikan bagi perempuan. Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) pada Dinas Kesehatan (Dikes) Lobar, dr. H. Ahmad Taufik Fathoni mengatakan kanker serviks menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian akibat kanker pada perempuan di Indonesia. Bahkan, Indonesia menjadi negara dengan angka kematian kanker serviks tertinggi di Asia Tenggara, nomor dua di Asia, dan nomor delapan di dunia.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah telah meluncurkan program vaksinasi human papillomavirus (HPV), yang merupakan virus penyebab utama kanker serviks. Vaksin HPV bertujuan untuk mencegah infeksi HPV sejak dini, sebelum virus tersebut menyebabkan kerusakan pada sel-sel leher rahim. Vaksin HPV diberikan secara gratis kepada anak perempuan usia 11-13 tahun, baik yang bersekolah maupun tidak.

Fathoni mengatakan bahwa vaksin HPV sangat penting untuk diberikan pada usia tersebut, karena merupakan masa pra-pubertas yang belum terpapar virus HPV. "Vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks pada wanita. Kenapa dari anak usia 11-13 tahun, itu untuk pencegahan sejak awal," jelas Fathoni, yang dikonfirmasi Kamis, (7/9/2023).

Fathoni menambahkan bahwa vaksinasi HPV kini menjadi program imunisasi wajib dan masuk dalam imunisasi dasar lengkap. Ia mengakui bahwa vaksinasi ini baru digencarkan sekarang karena beberapa alasan. Pertama, penelitian mengenai kelayakan dan keamanan vaksin memerlukan waktu yang cukup lama. Kedua, harga vaksin ini tergolong mahal, yaitu sekitar Rp1 juta lebih per dosis. Ketiga, pemerintah baru memiliki anggaran untuk membeli vaksin HPV setelah dua tahun fokus membeli vaksin Covid-19.

"Penelitian vaksin memerlukan waktu lama, karena harus aman digunakan. Terus harganya mahal, satu dosis itu, Rp1 juta lebih. Dan pemerintah kan selama dua tahun beli vaksin Covid-19, mungkin sekarang baru ada anggaran untuk beli vaksin HPV," tutur dia.

Namun demikian, Fathoni mengatakan bahwa saat ini sasaran vaksinasi HPV masih terbatas pada anak perempuan usia 11-13 tahun. Untuk usia di atasnya atau pun perempuan yang sudah menikah, pihaknya masih menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan.

"Untuk saat ini, bagi yang sudah menikah harus pemeriksaan pap smear dulu. Jika hasil negatif baru boleh vaksin. Tapi vaksinnya bayar sendiri," bebernya.

Oleh karena itu, Fathoni berharap agar para orang tua di Lombok Barat mendukung dan tidak menolak program vaksinasi HPV ini. Ia menjamin bahwa vaksin tersebut aman dan tidak ada keluhan pasca imunisasi yang dilaporkan oleh anak-anak yang telah divaksin. Ia juga mengingatkan bahwa vaksin ini merupakan fasilitas gratis dari pemerintah yang sayang jika dilewatkan.

"Untuk masyarakat yang punya anak usia 11-13 tahun. Yang sekolah maupun tidak sekolah, sebaiknya ikut program imunisasi HPV agar bisa mencegah terjadinya kanker serviks atau mulut rahim, karena dengan vaksin HPV aman tidak ada keluhan pasca imunisasi," pesan Fathoni.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....