Lima Tips Jaga Diri dari Super Flu yang Mulai Naik di NTB
- 29 Sep 2026 15:25 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Kasus influenza atau yang disebut super flu mulai meningkat di NTB, namun masih dalam batas kewaspadaan musiman dan belum masuk kategori wabah.
- Dokter mengingatkan masyarakat mencegah penularan dengan memakai masker saat sakit, rajin mencuci tangan, menjaga asupan gizi, menghindari kerumunan, dan tidak memasukkan anak yang sedang flu ke sekolah.
RRI.CO.ID, Mataram - Kasus influenza atau yang belakangan disebut "super flu" mulai meningkat di Nusa Tenggara Barat (NTB). Dokter mengingatkan masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap menerapkan langkah sederhana untuk mencegah penularan.
Dokter Spesialis Anak NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, mengatakan bayi dan balita menjadi kelompok yang paling rentan. Lansia serta orang dengan daya tahan tubuh lemah juga perlu mendapat perhatian lebih.
Lantas, bagaimana cara menjaga diri dan keluarga dari penularan flu?
1. Pakai Masker Saat Batuk dan Pilek
Nurhandini meminta orang yang mengalami batuk, pilek atau flu menggunakan masker. Langkah ini penting agar virus tidak mudah menular kepada orang lain.
"Orang yang batuk pilek pakai masker supaya tidak menulari orang lain," kata Nurhandini.
Terlebih, influenza dapat menular dengan cepat ketika seseorang berada dekat dengan banyak orang.
2. Rajin Cuci Tangan
Kebiasaan mencuci tangan tidak boleh disepelekan. Tangan dapat menyentuh berbagai benda yang berpotensi terkontaminasi virus.
Nurhandini mengingatkan masyarakat untuk mencuci tangan, terutama sebelum menyentuh wajah, hidung atau mulut.
3. Jaga Asupan Gizi
Daya tahan tubuh perlu dijaga dengan makanan bergizi. Hal ini terutama penting bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.
Orang tua diminta tidak membiarkan anak terlalu banyak mengonsumsi makanan ringan hingga kehilangan selera makan terhadap makanan bergizi.
"Kalau gizinya tidak baik, daya tahan tubuhnya melemah. Gampang ketularan," ujarnya.
4. Hindari Kerumunan Saat Flu Meningkat
Orang tua disarankan mengurangi aktivitas anak di tempat ramai ketika kasus flu sedang meningkat. Langkah ini untuk mengurangi risiko anak terpapar orang yang sedang sakit.
Anak yang sudah cukup usia menggunakan masker juga dapat dipakaikan masker ketika berada di tempat ramai.
5. Jangan Paksa Anak Sakit Masuk Sekolah
Nurhandini meminta guru dan orang tua tidak memaksakan anak yang sedang mengalami batuk, pilek dan demam untuk masuk sekolah.
Jika ada siswa dengan gejala tersebut, guru sebaiknya menghubungi orang tua dan memulangkannya untuk beristirahat sampai sembuh.
"Kalau ada anak yang flu, batuk pilek masuk sekolah, pulangkan. Supaya dia tidak menulari teman-temannya," tegasnya.
Nurhandini menjelaskan flu yang disebabkan virus pada umumnya dapat membaik dalam sekitar lima hari. Namun, kondisi bisa menjadi lebih berat apabila disertai infeksi lain atau penderita memiliki daya tahan tubuh yang lemah.
Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada dan segera memeriksakan diri jika gejala semakin berat atau tidak kunjung membaik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....