Kekeringan Picu Peningkatan ISPA, Balita Paling Rentan

  • 29 Sep 2026 11:15 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu - Kekeringan yang melanda Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, selama musim kemarau tahun ini, ikut memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu mencatat, sebanyak 6.553 kasus ISPA ditemukan sejak Januari hingga pekan ketiga September 2026. ISPA menjadi penyakit dengan jumlah kasus tertinggi selama periode tersebut.

Ironisnya, balita menjadi kelompok yang paling banyak menderita ISPA, sehingga membutuhkan perhatian lebih dalam upaya pencegahan dan penanganannya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Maria Ulfa, mengatakan kondisi kekeringan menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan kasus ISPA.

Menurutnya, keterbatasan pasokan air bersih membuat masyarakat kesulitan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Di sisi lain, kondisi tanah yang kering menyebabkan debu lebih mudah beterbangan dan terhirup oleh masyarakat.

“Kurangnya pasokan air bersih dan dampak kekeringan dengan debu yang berterbangan menjadi salah satu penyebab meningkatnya ISPA,” katanya, Selasa, 29 Septeber 2026.

Selain ISPA, penyakit pneumonia menempati urutan kedua dengan 1.358 kasus. Sementara diare berada di urutan ketiga sebagai penyakit yang banyak ditemukan selama periode tersebut.

Maria mengatakan, Dompu memiliki sejarah panjang dengan kasus ISPA. Kondisi geografis dan lingkungan saat musim kemarau ekstrem, ditambah suhu udara yang panas serta berkurangnya tutupan hutan, turut menciptakan kondisi yang rentan terhadap gangguan saluran pernapasan.

Karena itu, masyarakat diminta memperkuat penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menggunakan masker ketika beraktivitas di tengah kondisi berdebu, serta memastikan ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

“Upaya tersebut penting, terutama untuk melindungi kelompok rentan seperti balita dari paparan debu dan berbagai faktor yang dapat memicu gangguan saluran pernapasan,” katanya.

Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala ISPA, khususnya pada balita. Pemeriksaan ke fasilitas kesehatan perlu dilakukan apabila gejala semakin berat atau disertai gangguan pernapasan.

Kondisi kekeringan yang berlangsung cukup panjang membuat persoalan kesehatan di Dompu tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan air, tetapi juga dampak lanjutan terhadap kesehatan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....